PT Bukit Asam: Laba Bersih Melonjak 216% Menjadi Rp 4,41 Triliun, Ekspor Batu Bara Capai 15,61 Juta Ton

Bukit Asam
Image: AI-generated

Pendapatan Naik 12% di Tengah Penurunan Volume Penjualan, Lima Negara Asia Menjadi Pasar Ekspor Utama

ICN News – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatatkan kinerja keuangan yang sangat kuat sepanjang Januari–September 2026. Di tengah tantangan industri batu bara dan penurunan volume penjualan, perusahaan tambang milik negara ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,41 triliun, meningkat sekitar 216% dibandingkan Rp1,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan profitabilitas yang signifikan. Pertumbuhan laba terutama ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara, optimalisasi bauran penjualan, serta pengendalian biaya operasional.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian hingga 30 September 2026, pendapatan usaha PTBA mencapai Rp35,20 triliun, naik sekitar 12% dibandingkan Rp31,33 triliun pada periode Januari–September 2025. Sementara itu, laba kotor meningkat sekitar 104% menjadi Rp7,27 triliun, dari sebelumnya Rp3,57 triliun.

Laba usaha juga melonjak menjadi Rp5,11 triliun, dibandingkan Rp1,60 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun EBITDA tercatat sebesar Rp7,19 triliun, meningkat sekitar 102%.

Menariknya, pertumbuhan pendapatan dan laba tersebut terjadi ketika volume penjualan batu bara perusahaan justru mengalami penurunan sekitar 4%. Hal ini memperlihatkan besarnya kontribusi kenaikan harga jual rata-rata terhadap kinerja keuangan PTBA.

PRODUKSI DAN PENJUALAN BATU BARA

Hingga akhir September 2026, PTBA mencatatkan produksi batu bara sebesar 34,41 juta ton, turun sekitar 4% dibandingkan 35,90 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Volume penjualan mencapai 32,23 juta ton, dibandingkan 33,70 juta ton pada Januari–September 2025. Sementara itu, volume angkutan batu bara tercatat sebesar 27,08 juta ton, turun sekitar 10% dari 30,02 juta ton.

Berikut perkembangan kinerja operasional PTBA:

Indikator| Jan–Sep 2026| Jan–Sep 2025
Produksi| 34,41 juta ton| 35,90 juta ton
Penjualan| 32,23 juta ton| 33,70 juta ton
Angkutan| 27,08 juta ton| 30,02 juta ton
Penjualan domestik| 16,62 juta ton| 18,82 juta ton
Penjualan ekspor| 15,61 juta ton| 14,88 juta ton
Stripping ratio| 5,59 kali| 5,98 kali

EKSPOR MENINGKAT, LIMA NEGARA MENJADI PASAR UTAMA

Di tengah penurunan penjualan domestik, PTBA berhasil meningkatkan penjualan ekspornya. Sepanjang Januari–September 2026, penjualan ke pasar internasional mencapai 15,61 juta ton, naik sekitar 5% dibandingkan 14,88 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total penjualan perusahaan, pasar domestik menyerap sekitar 52%, sedangkan ekspor berkontribusi sekitar 48%.

Lima negara yang menjadi tujuan ekspor utama PTBA adalah Bangladesh, Vietnam, India, Kamboja, dan Thailand. Kelima negara tersebut memperlihatkan pentingnya pasar Asia dalam strategi pemasaran batu bara perusahaan.

Meskipun demikian, PTBA tetap mempertahankan peran pentingnya dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Penjualan domestik hingga September 2026 mencapai 16,62 juta ton, meskipun lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

KENAIKAN HARGA JUAL DAN EFISIENSI MENOPANG LABA

Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja keuangan PTBA adalah kenaikan harga jual rata-rata batu bara sebesar 18% secara tahunan. Penguatan harga tersebut sejalan dengan kenaikan indeks batu bara Newcastle sebesar 25% dan ICI-3 sebesar 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi tekanan biaya, termasuk kenaikan harga bahan bakar. Namun, PTBA mampu menjaga pertumbuhan beban pokok pendapatan agar tetap terbatas, yakni sekitar 1%, jauh di bawah pertumbuhan pendapatan yang mencapai 12%.

Perusahaan juga berhasil menurunkan stripping ratio dari 5,98 kali menjadi 5,59 kali. Penurunan ini menjadi salah satu indikator pengelolaan operasional yang lebih efisien.

Kinerja operasional PTBA juga mulai menunjukkan pemulihan pada kuartal III 2026. Dibandingkan kuartal sebelumnya, produksi meningkat 17%, volume penjualan naik 2%, dan harga jual rata-rata menguat 7%.

DIREKTUR UTAMA: PERKUAT EFISIENSI DAN INFRASTRUKTUR LOGISTIK

Direktur Utama PT Bukit Asam, Bambang Ismawan, menyampaikan bahwa pencapaian kinerja hingga kuartal III 2026 didukung oleh pemulihan produksi, optimalisasi bauran penjualan, serta disiplin dalam pengelolaan biaya dan operasional.

Dalam keterangan resmi perusahaan pada 29 Oktober 2026, Bambang menyatakan:

“Di tengah dinamika industri batu bara dan tantangan operasional sepanjang tahun 2026, PTBA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III 2026. Pencapaian ini didukung oleh pemulihan produksi yang semakin baik pada kuartal III, optimalisasi bauran penjualan dengan memanfaatkan momentum penguatan harga batu bara, serta pengelolaan biaya dan operasional yang disiplin.”

Lebih lanjut, perusahaan akan terus memperkuat efisiensi di seluruh rantai bisnis, mengoptimalkan peluang pasar domestik dan ekspor, serta mempercepat pengembangan infrastruktur logistik untuk mendukung pertumbuhan usaha berkelanjutan.

Pengembangan infrastruktur logistik menjadi salah satu aspek penting bagi PTBA. Sebagai perusahaan yang memiliki basis produksi utama di Sumatera Selatan, kelancaran rantai distribusi dari tambang, angkutan kereta api, hingga pelabuhan merupakan faktor strategis untuk menjaga keandalan pasokan dan meningkatkan daya saing perusahaan.

TARGET PRODUKSI 2026 MENCAPAI 49,55 JUTA TON

Untuk keseluruhan tahun 2026, PTBA menetapkan target produksi batu bara sebesar 49,55 juta ton dan target penjualan sebesar 49,51 juta ton. Volume angkutan ditargetkan mencapai 41 juta ton.

Perusahaan juga menetapkan target stripping ratio sebesar 5,63 kali dengan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp3,64 triliun.

Dengan realisasi produksi sebesar 34,41 juta ton hingga September 2026, PTBA masih perlu meningkatkan produksi pada kuartal IV untuk mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.

PROSPEK USAHA

Kinerja keuangan PTBA hingga September 2026 memperlihatkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas secara signifikan meskipun menghadapi penurunan volume penjualan. Kenaikan harga jual rata-rata, peningkatan kontribusi ekspor, serta pengendalian biaya menjadi faktor penting di balik pencapaian tersebut.

Ke depan, kemampuan perusahaan menjaga efisiensi produksi, memperkuat jaringan distribusi, dan mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor akan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kinerja.

Pengembangan infrastruktur logistik juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas distribusi dan mendukung pertumbuhan usaha PTBA dalam jangka panjang.

 

Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com