Prima Andalan Mandiri Catat Laba Bersih US$56,17 Juta, Tumbuh 56,93% Hingga September 2026

Prima Andalan Mandiri
Image: AI-generated

Pendapatan Naik 11,34%, Perusahaan Perkuat Kinerja di Tengah Dinamika Industri Batu Bara

ICN News, JAKARTA – PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL), perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, perdagangan batu bara, jasa kontraktor pertambangan, serta angkutan laut, mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III/2026.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026 yang belum diaudit, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$542,21 juta. Angka tersebut meningkat 11,34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$486,99 juta.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong peningkatan laba kotor perseroan menjadi US$116,64 juta, dibandingkan US$92,36 juta pada Januari–September 2025.

Kinerja positif juga terlihat pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Hingga akhir September 2026, MCOL mencatatkan laba sebesar US$56,17 juta, meningkat 56,93% dibandingkan US$35,79 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

EFISIENSI BIAYA DUKUNG PERTUMBUHAN LABA

Dari sisi beban usaha, beban pokok pendapatan MCOL tercatat sebesar US$425,56 juta, meningkat dari US$394,62 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban umum dan administrasi berhasil ditekan menjadi US$19,51 juta, dibandingkan US$24,51 juta pada Januari–September 2025. Biaya keuangan juga turun menjadi US$3,44 juta dari sebelumnya US$4,69 juta.

Perbaikan pada sejumlah komponen biaya tersebut ikut mendukung peningkatan laba perseroan. Laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar US$76,42 juta, naik dari US$51,52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

DIDUKUNG BISNIS PERTAMBANGAN TERINTEGRASI

MCOL menjalankan kegiatan usaha pertambangan batu bara melalui entitas anak PT Mandiri Intiperkasa (MIP). Perusahaan ini juga memiliki kegiatan jasa kontraktor pertambangan melalui PT Mandala Karya Prima (MKP), serta jasa angkutan laut dan bongkar muat batu bara melalui PT Maritim Prima Mandiri (MPM).

MIP mengelola wilayah konsesi pertambangan seluas sekitar 9.240 hektare yang berada di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, dan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Batu bara yang dihasilkan memiliki nilai kalori sekitar 4.600–5.100 kcal/kg GAR, dengan kandungan abu sekitar 4–7% adb dan sulfur di bawah 1% adb.

Struktur usaha yang terintegrasi tersebut memberikan dukungan bagi kegiatan operasional perseroan, mulai dari penambangan, jasa kontraktor, hingga pengangkutan dan penanganan batu bara.

ASET PERSEROAN MENINGKAT

Hingga 30 September 2026, total aset MCOL tercatat sebesar US$782,76 juta, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar US$729,20 juta.

Total liabilitas tercatat sebesar US$163,30 juta, sementara posisi ekuitas tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan usaha dan pengembangan operasional perseroan.

Dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga September 2026, MCOL menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ke depan, keberlanjutan kinerja perusahaan akan tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar batu bara, realisasi produksi dan penjualan, serta pengendalian biaya operasional.

 

Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com