ICN News – Garda Tujuh Buana berhasil melalui berbagai tantangan yang sangat kompleks dalam lima tahun terakhir (2019-2023). Tahun terberat bagi bisnis GTBO dimulai dari tahun 2019 hingga tahun 2021 sebagai dampak dari kondisi geopolitik yang tidak menentu serta dampak covid 19. Walau berbagai upaya terus dilaku-kan pada masa itu, namun kerugian tidak bisa dihindari.
Tahun 2022 menjadi lembaran baru bagi GTBO setelah kembali berproduksi pada bulan November 2021. Membaiknya harga batubara mulai memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan. Dari sisi operasional, sejak bulan November 2021, seiring dengan penerbitan IUP terbaru dan kondisi pasar batubara yang membaik. Pada tahun 2024 GTBO sukses memproduksi batubara sebanyak 1.286.870 ton dan menjual sebanyak 1.061.913 ton dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.783.957 ton.
Tahun 2022 bisa dikatakan tahun kebangkitan bagi bisnis GTBO. Kerja keras Mastan Singh selaku Presiden Direk-tur dan direktur lainnya Jones Manulang dan Octavianus Wenas membalikkan keadaan menjadi positif. Tahun 2022 GTBO sukses membukukan pendapatan sebesar US$ 49,26 juta dengan laba bersih yang meningkat sebesar US$ 10,57 juta. Dalam hal aset, GTBO dianggap sukses meningkatkan total aset yang dimiliki. Pada tahun 2019 total aset GTBO sebesar US$ 55,05 juta, ditahun 2022 angkanya telah mencapai US$ 61,73 juta, bahkan hingga Desember 2023 meningkat lagi menjadi US$ 66,30 juta.
Tahun 2024 seluruh pen-jualan batubara GTBO di ekspor ke luar negeri seperti India dan Thailand merupakan pasar terbesar. Terkait kewajiban memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri (Domestic Market Obligation / DMO) akan dipenuhi setelah mendapatkan kepastian jumlah dan nilai DMO, karena ditahun 2022 GTBO telah berproduksi kembali, sedangkan DMO ditahun 2021, dihitung sejak berproduksi kembali.
Jaringan pemasaran batu bara GTBO sangat luas yaitu perusahaan pembangkit listrik dari India, China dan Thailand. Dari pendapatan GTBO di-tahun 2022 sebesar US$ 49,26 juta, kontribusi pembeli terbesar adalah Agrawal Coal Ltd (India) senilai US$ 453.794, kemudian dari Asia Green Energy Public Co
Ltd (Thailand) senilai US$ 296.340, Sing Heng Seng Co Ltd (Thailand) senilai US$ 223.380 dan lainnya dari perusahaan China.
Pada tahun 2023 kinerja GTBO lebih ditingkatkan lagi dengan target volume produksi batubara sebanyak 2,6 juta ton. Tahun ini permintaan batubara untuk pasar ekspor terus meningkat, dibuktikan dengan adanya pengiriman sebanyak 31 kontrak. Hingga September 2023 sebanyak 20 kontrak pengiriman telah dilaksanakan. Menurut Corporate Secretary GTBO, Rinaldi, hingga akhir 2024 GTBO memiliki cadangan batubara yang aman.
DAFTAR ANAK PERUSAHAAN DAN TOTAL ASET
Perusahaan mendirikan 1 (satu) Anak Perusahaan dengan 100% kepemilikan oleh GTBO yang bernama GTBO International FZE dengan pendaftaran No. 10482 tanggal 26 Juni 2012 di Uni Emirat Arab. GTBO International FZE beralamat di E-Lob Office No. Hamriyah Free Zone 14 E88F-Sharjah, Uni Emirat Arab. GTBO International FZE didirikan dengan tujuan untuk melakukan perdagangan produk energi batubara, bijih logam & bahan bakar, Anak perusahaan tersebut belum beroperasi.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











