ICN News – Sebenarnya Indonesia sejak lama sudah bisa melaksanakan ekspor alat berat, tetapi karena kondisi industri alat berat ini tengah mengalami kelesuaan, maka secara otomatis ini mempengaruhi perkembangan penjualannya khususnya penjualan ke luar negeri (ekspor). Penurunan penjualan ini disebabkan kondisi pasar di Indonesia yang cenderung wait and see selama periode Pemilu 2024. Selain itu, pelemahan kurs Rupiah dalam beberapa bulan terakhir juga menimbulkan kenaikan biaya produksi alat berat, karena sebagian bahan bakunya masih harus diimpor dari luar negeri.
Trend Ekspor
Menurut sumber Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 Indonesia sudah berhasil mengekspor alat berat sebanyak 146.593 ton, pada tahun 2022 anjlog menjadi 87.771 ton, kendati pada tahun 2023 mengalami kenaikan, tetapi pencapaian ekspor tersebut masih berada dibawah tahun 2021. Kemudian di tahun 2024 terjadi penurunan lagi menjadi 96.291 ton. Kelihatannya di tahun 2025 akan terjadi penurunan lagi, sebab selama periode bulan Januari hingga September volume ekspornya baru tercatat sebesar 70.496 ton. Ini berarti untuk keseluruhan tahun itu hanya akan mencapai 93.994 ton. Untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah.
Perkembangan Ekspor Alat Berat Indonesia
2021 – 2025
| Tahun | Volume (Ton) | Volume (Unit) | Nilai (US$’000) |
| 2021 | 146.593 | 5.105 | 343.769 |
| 2022 | 87.771 | 2.995 | 484.581 |
| 2023 | 105.450 | 3.536 | 519.064 |
| 2024 | 96.291 | 3.328 | 410.052 |
| 2025*) | 70.496 | 2.453 | 282.536 |
| 2025**) | 93.994 | 3.271 | 376.714 |
*) Januari-Agustus
**) Perkiraan
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) diolah
Ekspor Menurut Jenis
Dalam catatan statistic perdagangan luar negeri (eksporimpor), alat berat ini dikelompokkan kedalam 10 nomor HS, masingmasing adalah 84271000 (Fork-lift trucks; Self-propelled trucks powered by an electric motor), 84272000 (Fork-lift trucks; other self-propelled trucks), 84279000 (Other Fork-lift trucks), 84289090 (Other machinery; otherthan; Lifting/handling/loading/ unloading mach oth than escalator, lift, conveyor, etc), 84291100 (Bulldozers and angledozers; track laying), 84291900 (Bulldozers & angledozers otherthan track laying), 84292000 (Graders and levelers), 84295100 (Front-end shovel loaders), 84295200 (Mechinery shovels; escavators; Machinery with a 360o revolving superstructure) dan 84295900 (Mechanic shovels, excavators and shove loader excl front-end shovel, mach 360 revolving superstructure).
Dari ke 10 jenis ini yang selama ini banyak diekspor adalah Mechinery shovels; escavators; Machinery with a 360o revolving superstructure yang tergabung dalam nomor HS 84295200. Pada tahun 2021 Indonesia sudah berhasil mengekspor alat berat jenis ini sebanyak 127.727 ton, di tahun 2022 anjlok menjadi 76.109 ton, di tahun 2023 sedikit mengalami kenaikan, setelah itu turun lagi menjadi 72.222 ton pada tahun 2024.
Jenis alat berat lainnya yang juga banyak diekspor adalah Mechanic shovels, excavators and shove loader excl front-end shovel, mach 360 revolving superstructure yang tergabung dalam nomor HS 84295900. Alat berat jenis ini ekspornya justru terus mengalami kenaikan, dari 5.550 ton pada tahun 2021 naik terus dan mencapai puncaknya menjadi 10.090 ton pada tahun 2024. Pada tahun 2025 akan terjadi kenaikan lagi, sebab selama periode bulan Januari hingga September volume ekspornya sudah mencapai 12.265 ton, ini berarti sudah melebihi keseluruhan tahun 2024.
Baca artikel selengkapnya hanya di Majalah ICN News Edisi Baramulti Group (April – Mei 2026)
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting










