ICN News – Nama Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik setelah penyidik Polri melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Febrie Ardiansyah, SH.M.H kelahiran Jakarta 19 Pebruari 1968. Meski lahir di Jakarta, ia tumbuh dan besar di kota Jambi dan menempuh pendidikan dari SD hingga meraih gelar sarjana hokum di Universitas Jambi. Febrie adalah merupakan alumni SMAN 1 Jambi. Selanjutnya Febrie menyelesaikan pendidikan Doktor ilmu hokum di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.
Febrie memulai karirnya sebagai jaksa pada tahun 1996 di Kejaksaan Tinggi Negeri Sungai Penuh, Jambi, kemudian setelah menjabat sebagai Kepala Seksi intelijen, Febrie dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, antara lain Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Timur, Wakil Kepala Kejati Yogyakarta, Wakil Kepala Kejati DKI Jakarta, Kepala Kejati Nusa Tenggara Timur hingga Kepala Kejati DKI Jakarta.
Januari 2022 Febrie diangkat menduduki jabatan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI. Dibawah kepemimpinannya, Kejaksaan Agung menangani banyak perkara korupsi besar antara lain Jiwasraya, Asabri, Krakatau Steel, Garuda Indonesia, Pertamina, BTS Kominfo dan berbagai kasus korupsi besar lainnya.
Pada awal Juli 2026 namanya menjadi trending topik di media setelah penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi RI (Kortastipikor Polri) bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menemukan brankas besi dengan tinggi dua meter saat menggeledah Café de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











