Bisnis Batu Bara Termal Tetap Menjadi Penopang Utama, Sementara Divestasi Kestrel dan Penyewaan Aset Pembangkit Listrik Memperkuat Posisi Keuangan Perusahaan.
ICN News – Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh pada Sembilan Bulan Pertama 2026
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), salah satu produsen batu bara termal terbesar di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang Januari–September 2026.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$3,96 miliar, meningkat 9,7% dibandingkan US$3,61 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$683,34 juta, naik 16,3% dibandingkan US$587,32 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bruto perusahaan juga meningkat menjadi US$1,20 miliar, dibandingkan US$943,26 juta pada sembilan bulan pertama 2025. Sementara itu, laba usaha mencapai US$1,07 miliar, meningkat dari US$810,55 juta.
Pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan kondisi pasar batu bara, tantangan operasional, serta penyesuaian portofolio bisnis.
Batubara Termal Tetap Menjadi Kontributor Utama
Kegiatan pertambangan dan perdagangan batu bara termal masih menjadi tulang punggung bisnis AADI.
Sepanjang Januari–September 2026, pendapatan dari pertambangan dan perdagangan batu bara mencapai US$3,72 miliar, dibandingkan US$3,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 8%.
Penjualan batu bara perusahaan didukung oleh pasar ekspor maupun domestik.
Berdasarkan laporan keuangan, penjualan batu bara kepada pihak ketiga mencapai US$3,49 miliar, terdiri atas penjualan ekspor sebesar US$2,81 miliar dan penjualan domestik sebesar US$679,22 juta.
Selain itu, penjualan batu bara kepada pihak berelasi memberikan kontribusi sebesar US$235,64 juta.
Komposisi tersebut memperlihatkan kuatnya posisi AADI dalam perdagangan batu bara internasional, sekaligus mempertahankan peran pentingnya dalam mendukung kebutuhan energi domestik Indonesia.
Komposisi Pendapatan dan Kontribusi Segmen Bisnis
Meskipun batu bara masih menjadi bisnis utama, AADI juga mengembangkan kegiatan usaha pendukung, termasuk logistik, transportasi, serta penyewaan aset pembangkit listrik.
Berikut komposisi pendapatan perusahaan selama sembilan bulan pertama 2026:
Segmen Usaha| Pendapatan 9M2026
Pertambangan dan perdagangan batu bara| US$3.723,40 juta
Jasa logistik| US$130,06 juta
Penyewaan aset pembangkit listrik dan jasa pendukung| US$87,80 juta
Lain-lain| US$17,94 juta
Total| US$3.959,19 juta
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian AADI, 30 September 2026.
Salah satu kontribusi baru berasal dari penyewaan aset pembangkit listrik dan jasa terkait, yang menghasilkan pendapatan US$87,80 juta selama periode pelaporan.
Bisnis tersebut berkaitan dengan aset pembangkit listrik perusahaan di Kalimantan Utara yang mendukung kebutuhan listrik industri aluminium.
Perkembangan ini memberikan sumber pendapatan tambahan di luar penjualan batu bara konvensional.
Tantangan Operasional dan Kinerja Penjualan Batu Bara
Di balik pertumbuhan keuangan yang kuat, AADI juga menghadapi sejumlah tantangan operasional dan logistik selama kuartal III 2026.
Volume penjualan batu bara pada kuartal tersebut mencapai sekitar 17,9 juta ton, turun sekitar 3% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) juga sedikit melemah menjadi sekitar US$75,2 per ton, turun sekitar 1% secara kuartalan.
Salah satu tantangan yang memengaruhi transportasi batu bara di Kalimantan adalah penurunan permukaan air sungai akibat kondisi musim kering yang berkaitan dengan El Niño.
Rendahnya permukaan air di sejumlah bagian Sungai Barito menghambat transportasi tongkang dan menimbulkan kendala tambahan dalam pengiriman batu bara.
Meskipun demikian, kegiatan pertambangan perusahaan di Kalimantan Selatan serta dukungan infrastruktur transportasinya tetap menjadi keunggulan penting dalam menjalankan kegiatan usaha.
Ke depan, efisiensi transportasi dan ketepatan jadwal pengiriman akan menjadi faktor penting untuk mempertahankan volume penjualan dan profitabilitas.
Divestasi Kestrel Memperkuat Fleksibilitas Keuangan
Salah satu perkembangan korporasi paling penting pada 2026 adalah divestasi kepemilikan AADI sebesar 47,99% di Kestrel, perusahaan pertambangan batu bara kokas atau batu bara metalurgi di Australia.
Transaksi tersebut diselesaikan pada 1 Oktober 2026, dengan nilai penerimaan bruto sekitar US$814,12 juta sebelum pajak dan US$734,83 juta setelah pajak, dengan tetap memperhatikan penyesuaian berdasarkan perjanjian jual beli.
Divestasi ini merupakan bagian penting dari penyesuaian portofolio investasi perusahaan. Melalui transaksi tersebut, AADI merealisasikan nilai investasinya di Australia sekaligus memperkuat fleksibilitas keuangan.
Perusahaan menyampaikan bahwa dana hasil transaksi direncanakan untuk mendukung pembagian dividen, pengembangan bisnis di Indonesia, serta pembayaran sebagian pinjaman.
Namun, transaksi ini tidak serta-merta dapat diartikan sebagai pengumuman pembagian dividen khusus. Alokasi akhir dana tetap bergantung pada keputusan perusahaan dan kebutuhan permodalannya.
Posisi Kas dan Fondasi Keuangan Semakin Kuat
Posisi keuangan AADI juga menunjukkan perkembangan yang positif.
Per 30 September 2026, total aset perusahaan mencapai US$6,64 miliar, meningkat dibandingkan US$5,71 miliar pada akhir 2025.
Kas dan setara kas meningkat menjadi US$2,28 miliar dari US$925,45 juta pada akhir Desember 2025.
Total ekuitas tercatat sebesar US$4,17 miliar, sedangkan total liabilitas mencapai US$2,47 miliar.
Berikut ringkasan posisi keuangan perusahaan:
Indikator Keuangan| September 2026
Total aset| US$6,64 miliar
Total liabilitas| US$2,47 miliar
Total ekuitas| US$4,17 miliar
Kas dan setara kas| US$2,28 miliar
Laba bruto| US$1,20 miliar
Laba usaha| US$1,07 miliar
Laba bersih pemilik entitas induk| US$683,34 juta
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian AADI, 30 September 2026.
Strategi Bisnis dan Prospek Pertumbuhan
Strategi bisnis AADI tetap berfokus pada penguatan posisinya dalam industri batu bara termal melalui peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya, integrasi logistik, serta diversifikasi pasar.
Perusahaan juga memiliki ekosistem bisnis pendukung yang mencakup jasa pertambangan, transportasi batu bara, pengelolaan pelabuhan dan terminal, serta aset pembangkit listrik.
Kemampuan mengintegrasikan berbagai kegiatan tersebut menjadi faktor pendukung penting bagi kegiatan produksi dan distribusi batu bara perusahaan.
Divestasi Kestrel juga menandai langkah strategis perusahaan untuk lebih memusatkan modal dan investasi pada peluang bisnis di Indonesia.
Sementara itu, meningkatnya kebutuhan listrik dari industri hilir membuka peluang tambahan bagi bisnis pembangkit listrik dan penyewaan aset perusahaan.
Mempertahankan Posisi di Industri Batu Bara Indonesia
Kinerja sembilan bulan pertama 2026 memperlihatkan bahwa Adaro Andalan Indonesia tetap menjadi salah satu kekuatan penting dalam industri batu bara termal nasional.
Pertumbuhan pendapatan sebesar 9,7% dan peningkatan laba bersih sebesar 16,3% mencerminkan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja keuangan yang kuat di tengah berbagai tantangan operasional dan logistik.
Meskipun demikian, kinerja ke depan tetap akan dipengaruhi oleh pergerakan harga batu bara, pemulihan volume penjualan, efisiensi transportasi, serta kemampuan perusahaan mengendalikan biaya operasional.
Dengan dukungan kegiatan pertambangan yang telah mapan, jaringan logistik terintegrasi, posisi kas yang kuat, serta tambahan pendapatan dari penyewaan aset pembangkit listrik, AADI memiliki fondasi penting untuk mendukung pengembangan bisnis jangka panjang.
Bagi industri pertambangan Indonesia, Adaro Andalan Indonesia tetap menjadi salah satu pemain utama dalam memasok batu bara termal untuk kebutuhan energi domestik maupun pasar internasional.
Sumber: Laporan Keuangan Interim Konsolidasian PT Adaro Andalan Indonesia Tbk per 30 September 2026, laporan perusahaan, dan riset pasar terkait.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











