Kinerja Dan Langkah Ekspansi PT Petrindo Jaya Kreasi

Petrindo Jaya Kreasi

ICN News – Setelah sukses dengan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), konglomerat Prajogo Pangestu kembali sukses membawa satu anak usahanya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan tersebut adalah PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang sukses melakukan initial publik offering (IPO) pada 8 maret 2023.

Kinerja CUAN pada tahun 2022 menemukan masa keemasannya. Setelah tahun 2019 mengalami kerugian yang besar yaitu Rp 281,16 miliar, ditahun 2020 kerugiannya menurun drastis hingga tinggal Rp 95,20 miliar. Ditahun 2021 kinerjanya mengalami lompatan yang tinggi dengan pendapatan sebesar Rp 402,47 miliar dan sukses meraih laba Rp 22,03 miliar. Puncaknya tahun 2022 sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 1,51 triliun dengan laba bersih Rp 570,89 miliar.

Tingginya total pendapatan  CUAN pada tahun 2022 akibat tingginya harga batuabara di pasar international. Mayoritas produksi batubara tahun 2022 sebanyak 1 juta ton di ekspor ke dua negara yaitu Filipina dan Jepang. Ekspor ke Filipina berkontribusi terbesar yaitu 47% dan Jepang 26% sisanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Meningkatnya pendapatan CUAN dalam empat tahun terakhir (2022-2025) membuat total asetnya juga meningkat pesat. Pada tahun 2022 total aset CUAN sebesar Rp 1,64 triliun pada tahun 2023 angkanya melesat menjadi Rp 3,51 triliun dan pada Maret 2026 angkanya telah menjadi Rp 49,20 triliun.

Peningkatan tajam ini disebabkan strategi pertumbuhan melalui peningkatan aktivitas operasional perusahaan, serta semakin terdiversifikasinya portofolio lini bisnis yang mendukung penguatan kinerja usaha secara berkelanjutan.

Untuk menjadi perusahaan tambang yang disegani, pada 22 September 2023 CUAN terus menambah portofolio tambang batubaranya dengan mengakuisisi 100% kepemilikan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU), salah satu aset pertambangan batubara milik PT Indika Energy Tbk (INDY). CUAN telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Indika Indonesia Resources dan Indika Capital Investments Pte. Ltd yang keduanya adalah anak perusahaan INDY.

Langkah akuisisi yang ditempuh CUAN ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, karena perusahaan ini belum lama mencatatkan (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Apalagi tambang yang diakuisisi adalah milik INDY.

Pada perjanjian tersebut, CUAN membeli seluruh 2.263.030.000 saham MUTU, termasuk hak pemasaran yang dimiliki oleh Indika Capital Investments dengan total nilai sebesar US$ 218 juta. Menurut Direktur CUAN, Daniel J. Laurente, kepemilikan penuh atas MUTU, tidak hanya akan meningkatkan produksi batubara CUAN tapi juga mengukuhkan posisi CUAN sebagai produsen batubara termal berkualitas tinggi. Disamping itu memperkuat operasi di Kalimantan Tengah, dimana sebagian besar aset yang dimiliki CUAN berada disini.

MUTU adalah perusahaan pertambangan batubara termal dan batubara metalurgi bituminous yang berlokasi di Kalimantan Tengah. MUTU memiliki Perjanjian Kontrak Karya Pertambangan Batu bara (PKP2B) generasi ke-3 dengan area konsesi yang luas mencapai 24.970 ha.

DIVERSIFIKASI BISNIS

Tidak hanya menjalankan bisnis batubara dengan mengakuisisi Perusahaan tambang batu bara, CUAN juga mulai mendiversifikasi bisnisnya ke segmen lain. Pada 12 September 2023, melalui anak usahanya, PT Prima Mineral Investindo, CUAN melakukan pembelian 85% saham PT Silika Salut Jaya (SSJ). Setelah akuisisi, CUAN menjadi pemegang saham pengendali baru SSJ yang saat ini sedang dalam proses akhir untuk memperoleh persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi pasir silika di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. IUP yang akan diperoleh seluas 461,49 hektare.

Ekspansi selanjutnya, pada 4 September 2023, CUAN mengumumkan masuk ke bisnis mineral emas. Diversifikasi usaha ini dilakukan CUAN melalui anak usahanya, PT Intam yang memiliki wilayah konsesi pertambangan emas seluas 18.500 hektar di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bersebelahan dengan dua konsesi emas lainnya di Sumbawa. Menurut Direktur Utama CUAN, Michael, masuknya CUAN ke bisnis emas tidak terlepas dari adanya potensi mineral emas sebagai salah satu komoditas pertambangan yang penting dan bernilai tinggi dan menambah portofolio CUAN.

Michael melanjutkan, melalui Intam, CUAN berharap dapat memberikan peningkatan kinerja yang substansial sehingga mampu berkontribusi memberikan nilai yang lebih baik bagi pemegang saham.

CUAN juga melakukan diversifikasi usaha dengan merambah ke sektor penambangan batubara metalurgi. Diversifikasi ini dilakukan melalui anak usahanya, yaitu PT Daya Bumindo Karunia (DBK). Penambangan batu bara metalurgi seluas 14.800 hektar berlokasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah dan bersebelahan langsung dengan konsesi batubara milik anak usaha CUAN lainnya, PT Bara International. Sehingga, kedua anak usaha tersebut dapat memanfaatkan infrastruktur dan akses jalan yang sama untuk mengoptimalkan efisiensi operasional.

Menurut informasi yang dikompilasi oleh pihak ketiga independen tahun 2011 dengan menggunakan kaidah-kaidah JORC 2004, DKB mencatatkan sumber daya batubara (tereka, tertunjuk, terukur) sebesar 226,1 juta ton, dengan cadangan (terkira & terbukti) batubara sebesar 99,5 juta ton.

Kinerja CUAN pada tahun 2023 menjadi sorotan, karena memiliki lompatan kinerja yang fantastis. Sejak melantai di BEI pada Maret 2023, saham CUAN sudah melesat lebih dari 1.150%. Peran Prajogo Pangestu tidak bisa lepas dari kesuksesan IPO CUAN. Prajogo tercatat memiliki 85,07% saham CUAN, sekaligus menjadikannya sebagai pemegang saham pengendali (PSP).

Petrindo

CUAN memperoleh dana segar Rp 371,8 miliar dari gelaran IPO. Dana tersebut akan dipakai Tamtama Perkasa (TP) sebesar 39,95% untuk membangun intermediate stockpile (ISP) dan pembelian infrastruktur pendukungnya di Desa Mengkatip, Barito Selatan, Kalimantan Tengah. 60,05% akan digunakan tambahan modal kerja TP untuk mendukung aktivitas seperti pembayaran kontraktor tambang, pembelian alat berat, pemeliharaan dan perbaikan jalan angkut batubara.

Strategi diversifikasi CUAN terus berlanjut setelah memperkuat portofolio aset pertambangannya melalui sejumlah aksi korporasi strategis. Pada Februari 2024, CUAN menyelesaikan akuisisi 100% saham PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dengan nilai transaksi sekitar US$203 juta. Bersamaan dengan pengalihan hak pemasaran senilai US$ 15 juta, total nilai transaksi mencapai sekitar US$ 218 juta. MUTU memiliki wilayah konsesi pertambangan seluas 24.970 hektare di Kalimantan Tengah yang semakin memperkuat posisi CUAN sebagai salah satu kelompok usaha pertambangan yang memiliki cadangan dan sumber daya batubara yang besar di Indonesia. Akuisisi ini juga memberikan potensi sinergi operasional karena lokasi konsesinya berdekatan dengan beberapa aset pertambangan milik grup.

Transformasi CUAN semakin terlihat setelah mengambil alih kepemilikan PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui anak usaha PT Kreasi Jasa Persada. Akuisisi tersebut membuka akses CUAN ke bisnis jasa kontraktor pertambangan, engineering, procurement and construction (EPC), infrastruktur, logistik, serta berbagai layanan pendukung sektor energi dan sumber daya alam. Kehadiran Petrosea membuat sumber pendapatan grup menjadi lebih beragam karena tidak hanya berasal dari penjualan batu bara, tetapi juga dari jasa pertambangan dan proyek-proyek konstruksi berskala besar.

Melalui Petrosea, ekspansi bisnis kemudian diperluas ke pasar internasional. Pada 2025, Petrosea menyelesaikan akuisisi Grup Hafar dan Grup HBS yang memiliki aktivitas usaha di sektor jasa pertambangan, konstruksi, dan pertambangan emas, khususnya di Papua Nugini. Akuisisi ini menjadi langkah penting dalam memperluas eksposur grup terhadap komoditas emas sekaligus memperkuat kehadiran CUAN di pasar regional. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Perseroan, Grup HBS memiliki total aset sekitar US$ 85,76 juta dengan nilai wajar aset neto yang diperoleh sekitar US$ 40,50 juta setelah memperhitungkan liabilitas terkait.

Diversifikasi usaha selanjutnya dilakukan melalui akuisisi 60% saham Scan Bilt Pte. Ltd., perusahaan yang berbasis di Singapura dan bergerak di bidang plant civil engineering construction serta maintenance untuk industri kimia, energi, dan minyak dan gas. Nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai sekitar 10,3 juta dolar Singapura atau setara US$ 8,03 juta. Melalui Scan Bilt, CUAN memperoleh kapabilitas baru dalam pembangunan dan pemeliharaan fasilitas industri, terminal penyimpanan, proyek migas darat, fasilitas pengolahan kimia, hingga infrastruktur pembangkit listrik. Akuisisi ini juga menjadi pintu masuk bagi ekspansi bisnis grup di kawasan Asia Pasifik dan Oceania.

petrindo

Tidak berhenti pada sektor pertambangan dan jasa pendukungnya, CUAN juga mulai merambah bisnis energi listrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membang-un ekosistem energi yang terintegrasi. Melalui PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI), Perseroan menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 90% saham PT Guna Darma Integra (GDI) yang akan mengembangkan proyek pembangkit listrik berkapasitas 680 MW di kawasan industri Feni Haltim Industrial Park, Halmahera Timur, Maluku Utara. Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$ 600 juta dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi kawasan industri berbasis hilirisasi mineral dan rantai pasok kendaraan listrik.

Serangkaian langkah diversifikasi tersebut menunjukkan bahwa CUAN tidak lagi hanya berfokus sebagai perusahaan tambang batubara. Dalam waktu relatif singkat, CUAN telah membangun portofolio usaha yang mencakup batubara termal, batubara metalurgi, emas, pasir silika, jasa pertambangan, EPC, konstruksi industri, energi listrik, logistik, serta infrastruktur pendukung sektor sumber daya alam. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan bisnis Perseroan terhadap fluktuasi harga komoditas sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

 

Selengkapnya…

Artikel ini bisa dibaca di Majalah ICN News Edisi Juni-Juli 2026
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com