ICN News – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan global menyusul keterlambatan pengiriman batubara dari Indonesia, harga batubara termal meningkat tinggi.
Analis Commonwealth Bank of Australia, John Oh, mengatakan, dikutip dari Dow Jones Newswires, pada Selasa, 9 Juni 2026, Indonesia adalah penyumbang hampir separuh perdagangan batubara termal internasional yang baru-baru ini mengumumkan kebijakan sentralisasi ekspor melalui PT. Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)
Karena itu, gangguan pengiriman dari Indonesia memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan.
Menurut Oh, kontrak berjangka (futures) batubara Newcastle telah menembus level US$ 150 per ton, naik sekitar 16% dibandingkan sebulan lalu dan menjadi yang tertinggi sejak pecahnya konflik di Timur Tengah.
Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah serta dampaknya terhadap pasar gas alam cair (LNG). Jika ekspor LNG melalui Selat Hormuz kembali normal, tekanan terhadap pasokan energi dapat mereda sehingga berpotensi menahan kenaikan harga batubara.
Namun, kebutuhan Eropa untuk mengisi cadangan gas menjelang musim dingin diperkirakan tetap menjadi faktor penopang harga LNG maupun batubara dalam beberapa bulan mendatang.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











