ICN News – Banyak pakar menilai Salim Group sebagai katalis utama hilirisasi batubara yang digarap oleh PT Bumi Resources Tbk melalui PT Bumi Etam Chemical. Proyek Gasifikasi batubara menjadi methanol yang dikembangkan Bumi Resources (BUMI) melalui PT. Bumi Etam Chemical (BEC) mendapat harapan baru setelah masuknya Salim Group sebagai pemegang saham pengendali baru BUMI.
Banyak pengamat energi dan pertambangan menilai, kehadiran Salim Group dapat menjadi katalis bagi proyek hilirisasi batubara yang sebelumnya dinilai jalan ditempat, karena mendapat tantangan dari sisi investasi , teknologi dan keekonomian.
Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan dua anak usaha BUMI yaitu PT. Kaltim Prima Coal dan PT. Arutmin Indonesia mengembangkan proyek coal-to-methanol dengan investasi sebesar US$ 2,3 miliar dengan target produksi awal 2 juta ton methanol per tahun. Proyek ini memanfaatkan batubara kalori rendah yang di proses melalui teknologi gasifikasi untuk menghasilkan methanol sesuai standar internasional yang akan menekan ketergantungan impor energi.
Langkah strategis SALIM Group bersama BUMI melalui BEC sangat krusial di tengah upaya pemerintah menekan defisit neraca perdagangan akibat ketergantungan energi. Pasalnya, metanol merupakan produk antara yang sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai produk hilir, termasuk substitusi bahan bakar gas domestik.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











