ZOOMLION PERKUAT PASAR INDONESIA: EV, TRADE-IN DAN EKSPANSI LAYANAN JADI STRATEGI PERTUMBUHAN

Zoomlion

Baron Li: Pertumbuhan Ditopang Kepercayaan Pelanggan, Teknologi dan Penguatan After Sales

ICN News – Kehadiran Zoomlion di Mining Expo 2026 bukan sekadar untuk memperkenalkan produk-produk alat berat terbaru kepada industri pertambangan Indonesia. Pameran ini sekaligus menjadi momentum bagi Zoomlion untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan, memperluas layanan purna jual, memperkenalkan teknologi kendaraan listrik, serta mempertegas komitmennya untuk terus berkembang di pasar Indonesia.

Dalam wawancara dengan ICN NEWS di sela-sela Mining Expo 2026, Baron Li dari Zoomlion menjelaskan bahwa perusahaan melihat Indonesia sebagai salah satu pasar penting untuk pertumbuhan bisnisnya dalam beberapa tahun mendatang.

Menurut Baron Li, salah satu fokus utama Zoomlion adalah membangun ekosistem bisnis yang lebih lengkap bagi pelanggan. Tidak hanya menyediakan alat berat, Zoomlion juga ingin memastikan konsumen mendapatkan dukungan layanan purna jual yang memadai selama unit beroperasi di lapangan.

“Customer dapat melihat langsung bagaimana Zoomlion menjalankan bisnisnya, mulai dari penjualan hingga after-sales service,” demikian garis besar penjelasan Baron Li dalam wawancara dengan ICN NEWS.

Dorong Teknologi Listrik

Salah satu perhatian utama Zoomlion di Mining Expo 2026 adalah teknologi berbasis energi baru. Zoomlion memperkenalkan sejumlah produk listrik, termasuk electric mining dump truck dan electric concrete mixer truck. Kehadiran kendaraan listrik tersebut menunjukkan bahwa transformasi menuju alat berat yang lebih efisien dan ramah lingkungan mulai menjadi bagian penting dari strategi Zoomlion di Indonesia.

Menariknya, menurut Baron Li, salah satu produk baru Zoomlion, yaitu electric concrete mixer truck, mendapatkan respons yang sangat positif dari pasar. Produk tersebut mencatat pesanan lebih dari 200 unit, yang disebut sebagai salah satu pesanan terbesar untuk produk tersebut.

Pelanggan tersebut merupakan perusahaan asal Tiongkok yang sebelumnya telah memiliki hubungan bisnis dengan Zoomlion di China. Ketika perusahaan tersebut memperluas investasi dan operasinya ke Indonesia, mereka kembali memilih Zoomlion sebagai salah satu mitra penyedia peralatan.

Bagi Zoomlion, keputusan tersebut menjadi indikasi penting bahwa kepercayaan pelanggan dapat dibawa dari satu negara ke negara lainnya.

Setiap Truk Listrik Dilengkapi Charger

Salah satu pertanyaan penting dalam pengembangan kendaraan listrik adalah kesiapan infrastruktur pengisian daya. Menjawab hal tersebut, Baron Li menjelaskan bahwa Zoomlion berupaya memberikan solusi secara terintegrasi.

Untuk setiap penjualan truk tambang listrik, Zoomlion dapat menyediakan satu unit charger yang dapat dipasang di lokasi operasional atau area proyek pelanggan, Pendekatan tersebut membuat konsumen tidak hanya membeli kendaraan listrik, tetapi juga memperoleh dukungan terhadap kebutuhan infrastrukturnya.

Strategi ini menjadi penting mengingat adopsi kendaraan listrik di sektor pertambangan membutuhkan kesiapan teknologi, infrastruktur, layanan teknis, serta dukungan teknisi di lapangan.

Trade-In untuk Memudahkan Konsumen

Zoomlion juga membuka peluang penerapan skema trade in bagi konsumen yang ingin mengganti alat berat lama dengan unit baru. Baron Li menjelaskan, alat berat milik konsumen dapat terlebih dahulu dilakukan penilaian atau appraisal. Nilai dari unit lama tersebut kemudian dapat diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran, termasuk untuk mengurangi kebutuhan uang muka unit baru.

Zoomlion

Menurutnya, Zoomlion cukup fleksibel dalam menerapkan skema tersebut dan dapat membahasnya secara case by case, sesuai dengan kondisi unit lama dan kebutuhan masing-masing pelanggan.

Skema ini berpotensi memberikan alternatif pembiayaan sekaligus memudahkan perusahaan tambang melakukan peremajaan armada tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan investasi unit baru sekaligus.

Kontrak Lebih dari US$10 Juta

Optimisme Zoomlion di Indonesia juga tercermin dari transaksi yang berhasil diperoleh selama Mining Expo 2026. Baron Li mengungkapkan bahwa selama pameran, Zoomlion telah menandatangani kontrak penjualan dengan nilai lebih dari US$10 juta, yang mencerminkan puluhan unit transaksi.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran Zoomlion di Indonesia tidak hanya berorientasi pada brand awareness, tetapi juga menghasilkan peluang bisnis nyata dengan pelanggan industri. Pertumbuhan jumlah unit Zoomlion yang beroperasi di Indonesia dari tahun ke tahun, menurut pihak perusahaan, menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap produk, teknologi dan layanan yang ditawarkan.

Zoomlion
Baron Li – Vice President of PT Zoomlion Indonesia Heavy Industry Dan Muslim M. Amin – Pemred ICN News

Target Pertumbuhan Hingga 2029

Untuk memperkuat posisinya, Zoomlion telah menyiapkan target pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan penjelasan Baron Li kepada ICN NEWS, Zoomlion menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 15%–30% pada 2027, kemudian lebih dari 30% pada 2028, dan sekitar 20% pada 2029.

Untuk mendukung target tersebut, Zoomlion juga terus memperluas jaringan operasionalnya. Saat ini perusahaan telah membangun hampir 15 cabang di berbagai wilayah Indonesia. Cabang-cabang tersebut dibangun dan dikelola langsung oleh PT Zoomlion Indonesia Heavy Industry, bukan hanya mengandalkan jaringan dealer.

Zoomlion bahkan berencana menambah lebih dari 15 cabang lagi guna memperluas jangkauan layanan dan mendekatkan dukungan teknis kepada pelanggan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Zoomlion tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan unit, tetapi juga membangun fondasi bisnis jangka panjang di Indonesia.

Menuju Perusahaan yang Semakin Lokal

Komitmen tersebut diperkuat dengan rencana investasi dan penambahan sumber daya dari kantor pusat Zoomlion. Baron Li menyampaikan bahwa Zoomlion HQ memiliki komitmen untuk terus meningkatkan investasi dan sumber daya di Indonesia agar perusahaan dapat berkembang menjadi perusahaan yang semakin terlokalisasi.

Kepercayaan terhadap produk buatan China, menurut pihak Zoomlion, juga terus dibangun melalui teknologi manufaktur modern, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam proses produksi, serta dukungan tenaga teknisi yang memiliki pengalaman dan keterampilan tinggi.

Bagi Zoomlion, pertumbuhan populasi unit di lapangan merupakan bukti bahwa strategi tersebut mulai mendapatkan respons positif dari konsumen Indonesia.

Dengan kombinasi teknologi EV, produk alat berat, layanan purna jual, trade in, perluasan jaringan cabang dan investasi lokal, Zoomlion tampaknya ingin bergerak lebih jauh dari sekadar menjadi pemasok alat berat.

Perusahaan ingin membangun posisi sebagai mitra jangka panjang bagi industri pertambangan Indonesia sebuah strategi yang akan menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap produktivitas, efisiensi, teknologi baru dan dukungan layanan yang cepat di lapangan.

 

Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com