ICN News – Ada data menarik yang dibagikan pihak United Tractor kepada para wartawan, termasuk ICN News dan IPO News. Data yang dibagikan kepada para wartawan itu dalam bentuk lembaran buku tipis yang berjudul : Ringkasan Laporan Tahunan PT United Tractors Tbk.
Beberapa data itu menyebutkan begini. Pasar alat berat nasional pada tahun 2025 masih berada dalam kondisi selektif karena rendahnya aktivitas investasi di sektor pertambangan serta belum pulihnya permintaan dari sektor konstruksi.
Persaingan dari produsen sektor alat berat asal Tiongkok semakin ketat dengan penetrasi harga yang lebih kompetitif, sehingga menpengaruhi pola belanja pelanggan atau customer. Pelaku industri juga harus beradaptasi dengan perubahan preferensi teknologi dan tuntutan efisiensi operasional.
Juga, industri kontraktor tambang di tahun 2025 menghadapi tantangan eksternal berupa harga batu bara yang melemah, tingginya curah hujan yang berdampak pada produktivitas di lokasi proyek, serta penyesuaian rencana produksi dari pemilik konsesi.
Volatilitas pasar komoditas menyebabkan pengendalian biaya dan perencanaan operasional menjadi semakin kritis bagi seluruh pelaku industri jasa tambang.
Selain itu, ketentuan pemerintah mengenai RKAB, keselamatan tambang, dan kepatuhan lingkungan menuntut kontraktor tambang untuk mempertahankan standar operasional yang tinggi dan meningkatkan keandalan sistem pengelolaan risiko.
Berikutnya, pada pasar batu bara global pada tahun 2025 berada dalam tekanan seiring melemahnya permintaan dari sejumlah negara konsumen utama serta meningkatnya pasokan dari beberapa negara produsen. Kondisi tersebut mendorong harga batu bara bergerak pada tren yang lebih moderat sepanjang tahun, sehingga meningkatkan kebutuhan efisiensi dan disiplin operasional bagi pelaku industri pertambangan.
Di Indonesia, lingkungan usaha pertambangan turut dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta perkembangan kebijakan di sektor energi dan pertambangan yang terus berkembang.
Sementara itu, pada komoditas mineral lainnya, harga emas global pada tahun 2025 dalam tren yang relatif kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Di sisi lain, industri nikel menghadapi tantangan berupa peningkatan pasokan global yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan dari industri baterai kendaraan listrik dan stainless steel.

Dari data ini, terbaca oleh ICN bahwa PT United Tractor mengalami penurunan laba di tahun 2025.
Penurunan laba United Tractors ini diulas pula oleh BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).
Dalam ulasan BRIDS, penurunan laba United Tractors diantaranya disebabkan kontribusi segmen kontraktor penambangan menurun akibat curah hujan tinggi.
Penurunan laba ini dibenarkan oleh Iwan Hadiantoro, Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (UT) dalam pemaparannya di depan para wartawan pada acara jumpa pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang berlangsung di Catur Dharma Hall Menara Astra belum lama ini.
“Pada tahun 2025 United Tractor mengalami penurunan laba. Hal ini disebabkan oleh faktor alam alias curah hujan yang kami tidak bisa cegah,” ujar Iwan Hadiantoro yang didampingi jajaran Dewan Direksi yang baru dipilih oleh para pemegang saham.
Sesuai Press Release yang ICN baca terungkap: Pada gelaran RUPST kali ini, United Tractors mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 1.663 per saham atau sebanyak-banyaknya Rp 5,92 Triliun dari total laba bersih konsolidasian perusahaan tahun buku 2025 sebesar Rp 14,8 triliun.
Alokasi tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp.567 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp 2,06 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025.
Dengan demikian, sisanya sebesar Rp 1.096 per saham akan dibagikan kepada pemegang saham United Tractors yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perusahaan pada 28 April 2026 pukul 16.00 WIB, kemudian dibayarkan pada 18 Mei 2026.
Pada RUPST kali ini mengambil keputusan yang sangat penting bagi para pemegang saham : diumumkannya Dewan Direksi dan Dewan Komisaris United Tractors periode 2026 – 2027.
“Pemegang saham menunjuk Iwan Hadiantoro sebagai Presiden Direktur menggantikan Frans Kesuma yang pada periode sebelumnya sebagai Presiden Direktur. Kini, oleh pemegang saham Frans Kesuma ditunjuk sebagai Presiden Komisaris. Itu artinya, susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru berlaku efektif sejak penutupan RUPST 2026,” ujar Ari Setiyawan, Corporate Secretary PT United Tractor kepada ICN usai acara RUPST 2026.
Berikut susunan lengkap nama-nama Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru
Adapun susunan Dewan Direksi PT United Tractors yang baru adalah sebagai berikut : Iwan Hadiantoro, Presiden Direktur. Beliau dibantu oleh enam Direktur. Mereka adalah : Idot Supriadi, Widjaja Kartika, Vilihati Surya, Ari Sutrisno, Hendra Hutahean dan Andreas.
Sementara itu, susunan lengkap Dewan Komisaris yang baru terdiri dari seorang Presiden Komisaris. Tiga orang Komisaris Independen dan empat orang Komisaris. Susunan lengkapnya adalah sebagai berikut : Frans Kesuma, Presiden Komisaris. Tiga Komisaris Independen masing-masing adalah : Paulus Bambang Widjanarko, Bruce Malcolm Cox dan Ignasius Jonan. Empat Komisaris lainnya adalah : Djoko Pranoto Santoso, Rudy, Gita Tiffani Boer, dan Lincoln Lin Feng Pan.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











