United Tractors Membukukan Laba Bersih Sebesar Rp 11,5 Triliun Sampai Triwulan Ketiga Tahun 2025

United Tractors

ICN News – PT United Tractors Tbk (”Perseroan”) pada 30 Oktober 2025 mengumumkan laporan keuangan konsolidasian sampai triwulan ketiga tahun 2025. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp100,5 triliun atau naik sebesar 1% dari Rp99,6 triliun pada periode yang sama di tahun 2024. Pendapatan bersih tersebut terutama berasal dari:

  • Rp40,2 triliun dari segmen Kontraktor Penambangan,8% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.
  • Rp29,3 triliun dari segmen Mesin Konstruksi, 11% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.
  • Rp18,8 triliun dari segmen Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi, 9% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.
  • Rp10,3 triliun dari segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya, 53% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih Perseroan turun 26% menjadi Rp11,5 triliun, disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen Kontraktor Penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi akibat harga jual batu bara yang lebih rendah. Namun demikian, terdapat peningkatan kontribusi terutama dari Pertambangan Emas.

Ringkasan kinerja konsolidasi Perseroan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

 

Rp Jutaan

Deskripsi Untuk Periode-Periode Yang Berakhiran 30 SEPTEMBER
9M 2025 9M 2024 Perubahan
Pendapatan bersih 100.465.203 99.557.947 1%
Laba bersih* 11.475.166 15.591.661 -26%
Laba per saham** 3.160 4.293 -26%

*Laba setelah pajak yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk

**Dalam Rupiah penuh

 

Segmen Usaha Mesin Konstruksi

Segmen usaha Mesin Konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 10% menjadi 3.653 unit yang didorong oleh peningkatan penjualan di semua sektor. Komatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat. Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu adalah 22%.

Penjualan Scania naik dari dari 298 unit menjadi 393 unit dan penjualan UD Trucks turun dari 156 unit menjadi 137 unit. Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun sedikit menjadi Rp8,3 triliun. Total pendapatan bersih dari Mesin Konstruksi meningkat 11% menjadi Rp29,3 triliun.

 

Segmen Usaha Kontraktor Penambangan

Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). PAMA dan KPP Mining (PAMA Grup) menyediakan jasa pertambangan untuk pemilik konsesi tambang, dengan membantu mereka dalam pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) dan produksi batu bara serta mineral lainnya.

Sampai dengan triwulan ketiga tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 829 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 2% menjadi 109 juta ton, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,6x. Pemindahan tanah dan produksi batu bara klien yang lebih rendah disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi hampir sepanjang tahun dan permintaan beberapa klien untuk melakukan penyesuaian terhadap target produksi overburden removal.

 

Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi

Segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources).

Sampai dengan triwulan ketiga tahun 2025, tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 9,2 juta ton (termasuk 2,8 juta ton batu bara metalurgi), naik 15% dari periode yang sama tahun 2024. Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak ketiga mencapai 11,2 juta ton, 10% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi turun sebesar 9% menjadi Rp18,8 triliun, dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

 

Segmen Usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya

Segmen usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 53% menjadi Rp10,3 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan dan harga rata-rata emas.

Selengkapnya…

 

Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Search

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com