ICN News – Awalnya perusahaan Delta Dunia Makmur (DOID) bernama PT DAEYU POLEKO INDONESIA didirikan pada November 1990, dengan modal dasar sebesar Rp 3.746.000.000,- dengan modal ditempatkan dan disetornya sebesar Rp 2.622.200.000,-. Pendiri dan pemilik sahamnya semula adalah PT Poleko Trading Co dan almarhum Dr. A.A. Baramuli (Meninggal pada 11 Oktober 2006). Akte notaris perusahaan ini telah beberapa kali mengalami perubahan. Pada Juni 2001 perusahaan ini menjual sahamnya dimasyarakat melalui pasar bursa, saat itu pula nama perusahaan ini dirubah menjadi PT DAEYU POLEKO INDONESIA Tbk. Pada Desember 2004 nama perusahaan ini kembali dirubah menjadi PT DAEYU ORCHID INDONESIA Tbk. Kemudian pada Juli 2005 namanya kembali dirubah menjadi PT DELTA DUNIA PETROINDO Tbk.
Pada Agustus 2008 namanya dirubah kembali menjadi PT DELTA DUNIA PROPERTY Tbk dan pada Oktober 2009 nama perusahaan ini dirubah menjadi PT DELTA DUNIA MAKMUR Tbk (DOID) dengan modal dasarnya saat itu sebesar Rp 1.350.000.000.000,- dengan modal ditempatkan dan disetornya sebesar Rp 339.520.593.000,- pemilik saham DOID pada Desember 2009 adalah CLSA Singapore PTE LTD dan Publik. DOID merupakan parent company dari the delta dunia makmur Group. Sebuah kelompok perusahaan swasta berukuran menengah di dalam negeri.
Setelah sukses melakukan penawaran umum terbatas (right issue) pada Juni 2011 lalu yang melepas saham sebanyak 1,36 milyar lembar dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,2 triliun. Kinerja DOID terus ditingkatkan, dana hasil right issue digunakan sebagian besar atau 51% untuk belanja modal, juga digunakan untuk membayar sebagian utangnya atau 38% dari pinjamannya kepada anak usahanya Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) sebesar US$ 267,94 juta yang jatuh tempo pada tahun 2015 dan sebagian lagi untuk modal kerja.
Terakhir pada 30 September 2024, modal ditempatkan dan disetor penuh berkurang menjadi Rp 382.550.356.600,- dan pemegang sahamnya saat ini adalah Northstar Tambang Persada Ltd. dari Singapura (46,661%), Six Sis Ltd (5,671%), Mr. Ronald Sutardja (2,912%), Saham treasuri (2,342%) dan Publik (46,820%).
ALAMAT :
Kantor Pusat
South Quarter Tower A, Lantai Penthouse
Jalan R. A Kartini Kav. 8, Cilandak Barat
Jakarta 12430 – Indonesia
Telepon : (+62-21) 3043 2080
Fax : (+62-21) 3043 2081
Email : corpsec@deltadunia.com
Website : www.deltadunia.com
Bidang Usaha :
– Jasa Kontraktor Pertambangan Batubara
– Investment Holding
Bankers :
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- Standard Chartered Bank
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
- National Australia Bank Ltd.
- MUFG Bank, Ltd.
- Standard Chartered Bank
DOID adalah induk usaha dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), BUMA Australia Pty Ltd (BUMA Australia), PT Bukit Teknolgi Digital (B-TECH) dan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU).
Delta Dunia Makmur (DOID) adalah perusahaan kontraktor batubara yang terkemuka di Indonesia, kliennya adalah group perusahaan tambang besar dan terkemuka di dalam negeri antara lain ADARO Indonesia, BERAU Coal, KIDECO Jaya Agung, ARUTMIN Indonesia, KALTIM Prima Coal, BAYAN Resources dan masih banyak yang lain. Operasi tambang DOID terkonsentrasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang merupakan lokasi cadangan batubara terbesar di Indonesia.
DOID melalui anak usahanya BUMA Australia Pty Ltd telah menjadi perusahaan yang mengglobal setelah mengakuisisi perusahaan tambang asal Australia Downer Edi Mining Pty Ltd senilai A$ 139 juta atau setara US$ 99 juta. Downer Edi Mining adalah kontraktor jasa pertambangan terbesar di Australia dan Selandia Baru yang memiliki pelanggan kelas dunia.
BUMA Australia Pty Ltd didirikan pada tahun 2021 yang merupakan entitas anak dari BUMA dengan kepemilikan 100%. Pada Desember 2021 BUMA Australia menyelesaikan akuisisi Downer Mining East, kontraktor pertambangan utama di Australia. Akuisisi ini memperluas dan memperkuat bisnis inti BUMA di pasar utama pertambangan global serta melakukan diversifikasi portofolio ke batubara non-termal, yang merupakan komitmen DOID untuk menuju usaha yang lebih berkelanjutan.
Artikel ini bisa dibaca di Majalah ICN News Edisi Juni 2025
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











