Profil Indonesia Morowali Industrial Park

Indonesia Morowali Industrial Park

ICN News – Indonesia memiliki salah satu cadangan nikel terbesar di dunia. Menurut Survei Geologi AS, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, yaitu sebesar 21 juta metrik ton. Berdasarkan laporan evaluasi kinerja Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2022, tercatat jumlah cadangan dan sumber daya bijih nikel di Indonesia diperkirakan sebesar 5,03 miliar ton cadangan (Terbukti & Terkira) dan 17,33 miliar ton sumber daya (Diukur, Diindikasikan & Disimpulkan).

Besarnya potensi bisnis nikel di Indonesia, membuat banyak investor asing berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk menginvestasikan dananya pada industri nikel, salah satunya adalah PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang telah beroperasi sejak tahun 2015. Menurut Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar, akumulasi investasi perusahaan sepanjang 2015-2024 mencapai US$ 34,3 miliar atau sekitar Rp 553,4 triliun.

Investasi tersebut meningkat jika dibandingkan periode sebelumnya, yaitu pada 2015-2023 sebesar US$ 30,14 miliar. Sementara pada periode 2015-2022 sebesar US$ 29,6 miliar.

Pada tahun 2024 PT IMIP mencatat penurunan devisa ekspor yaitu sebesar US$ 14,45 miliar, dibanding tahun 2013 sebesar US$ 15,49 miliar dan meningkat dibanding tahun 2022 sebesar US$ 14,45 miliar. Kontribusi pajak PT IMIP juga terus mengalami penurunan. Di tahun 2023 tercatat sebesar US$ 1,16 miliar dari US$ 1,32 miliar pada tahun sebelumnya. Berikut profile lengkap PT IMIP.

 

IDENTITAS PERUSAHAAN PT INDONESIA MOROWALI INDUSTRIAL PARK (IMIP):

Alamat :

Kantor Pusat

Gedung IMIP

Jl. Batu Mulia No. 8, RT 007 RW 007

Meruya Utara, Kec. Kembangan,

Kota Jakarta Barat,

Daerah Khusus Ibukota

Jakarta, 11620

Telepon: (021) 80627300

Bidang Usaha :

  • Pengelolaan dan Pengembangan
  • Kawasan Industri, Industri
  • Pengolahan Nikel, Baja dan
  • Industri Pendukung dan
  • Penunjang lainnya

Kapasitas Produksi :

  • Nickel Pig Iron 4,475 metric ton/tahun
  • Stainless Steel 15,6 juta metric ton/tahun
  • Carbon Steel 7 juta metric ton/tahun
  • Mixed hydroxide Precipitate 93.000 metric ton/tahun
  • Electrolytic Aluminium 250.000 metric ton/tahun
  • Graphite 230.000 metric ton/tahun
  • Lithium Hydroxide 60.000 metric ton/tahun
  • Electrolytic Nickel 50.000 metric ton/tahun
  • Electrolytic Manganese 95.000 metric ton/tahun
  • Lithium Carbonate 20.000 metric ton/tahun

Tahun 2021, PT Indonesia Morowali Industrial park (IMIP) memperluas kawasan industri menjadi 4.000 ha. Pada 2022 industri di kawasan ini sudah mengekspor bahan baku baterai nikel cobalt hidroksida.

Sampai saat ini kawasan IMIP mempunyai tiga klaster industri. Pertama, klaster stainless steel dengan kapasitas 4 juta metrik ton per tahun stainless steel, hot rolled coil 3 juta ton per tahun, dan cold rolled coil 1,1 juta ton per tahun.

Kedua klaster carbon steel dengan kapasitas produksi 4,8 juta ton per tahun. Ketiga, klaster komponen baterai kendaraan listrik (electrical vehicle) dengan kapasitas 120.000 ton per tahun nikel kobalt dan 120.000 ton per tahun untuk Ni Sulfide.

Saat ini dikawasan IMIP telah berdiri lebih dari 54 pabrik dengan berbagai produk hasil tambang serta perusahaan pendukung. Satu pabrik dengan lainnya saling berkaitan meski berbeda bendera perusahaan sehingga menjadikannya sebagai sebuah kawasan industri logam yang terintegrasi.

 

Artikel ini bisa dibaca di Majalah ICN News Edisi Juni 2025
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Search

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com