Penjualan dan Pendapatan Tumbuh, Produksi Semester I Capai 9,9 Juta Ton
ICN News – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memasang target ambisius untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis batubara di tengah dinamika harga komoditas dan tantangan operasional. Pada 2026, salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia tersebut menargetkan produksi batubara sekitar 22,0–22,9 juta ton, dengan angka 22,9 juta ton menjadi batas atas target produksi tahun ini.
Target tersebut menjadi penting karena ITMG memasuki paruh kedua 2026 dengan kinerja penjualan dan keuangan yang relatif kuat. Hingga semester I-2026, perusahaan membukukan produksi batubara sebesar 9,9 juta ton, sedikit lebih rendah dibandingkan 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, produksi pada kuartal II-2026 menunjukkan perbaikan signifikan, mencapai 5,3 juta ton atau naik 13% dibandingkan kuartal I-2026.
Dari sisi penjualan, kinerja ITMG justru menunjukkan pertumbuhan. Volume penjualan batubara pada semester I-2026 mencapai 12,3 juta ton, meningkat dari 11,7 juta ton pada semester I-2025. Kenaikan volume penjualan tersebut, ditambah peningkatan harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) dari sekitar US$78 menjadi US$81 per ton, membantu menopang pendapatan perseroan.
ITMG membukukan pendapatan sekitar US$1,0 miliar pada semester I-2026, meningkat 9% secara tahunan dibandingkan US$919 juta pada semester I-2025. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa meskipun produksi semester I sedikit terkoreksi, perusahaan masih mampu meningkatkan pendapatan melalui kombinasi pertumbuhan penjualan dan harga jual yang lebih baik.
Laba Bersih Capai US$110 Juta
Kinerja keuangan ITMG juga menunjukkan perkembangan positif. Pada enam bulan pertama 2026, perusahaan mencatatkan laba bersih sekitar US$110 juta, naik sekitar 17% dibandingkan US$94 juta pada semester I-2025. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai sekitar US$106 juta.
Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah meningkatnya sejumlah biaya operasional. Beban pokok pendapatan naik sekitar 7% secara tahunan, terutama dipengaruhi kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan batubara. Faktor lainnya adalah meningkatnya nisbah kupas atau strip ratio serta kenaikan biaya bahan bakar yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
ITMG juga mencatat pembayaran royalti kepada pemerintah sebesar sekitar US$111 juta pada semester I-2026, meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Enam Tambang Menjadi Penopang Produksi
Untuk mencapai target produksi 2026, ITMG mengandalkan sejumlah tambang utama yang berada di bawah kelompok usahanya. Berdasarkan target produksi yang dipaparkan perseroan, PT Indominco Mandiri (IMM) ditargetkan menghasilkan sekitar 7,1 juta ton, sementara PT Bharinto Ekatama (BEK) menjadi salah satu kontributor terbesar dengan target sekitar 8,0 juta ton.
Selain itu, PT Graha Panca Karsa (GPK) ditargetkan menghasilkan sekitar 2,7 juta ton, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) sekitar 3,5 juta ton, PT Tepian Indah Sukses (TIS) sekitar 0,6 juta ton, dan PT Nusa Persada Resources (NPR) sekitar 0,3 juta ton.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pencapaian target produksi ITMG pada 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan tambang-tambang utama, khususnya IMM dan BEK, dalam menjaga stabilitas produksi pada paruh kedua tahun ini.
Target Penjualan Hingga 27,5 Juta Ton
Menariknya, target penjualan ITMG pada 2026 bahkan lebih tinggi dibandingkan target produksi. Perseroan menargetkan volume penjualan sekitar 26,9–27,5 juta ton sepanjang tahun. Perbedaan antara target produksi dan penjualan menunjukkan bahwa ITMG tidak hanya mengandalkan produksi dari tambang sendiri, tetapi juga memiliki kontribusi dari perdagangan atau penjualan batubara pihak ketiga. Pada semester I-2026, misalnya, volume penjualan sudah mencapai 12,3 juta ton.
Dengan demikian, tantangan ITMG pada semester II bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kelancaran rantai pasok, pengangkutan, logistik, serta permintaan dari pasar domestik maupun ekspor.
Menjaga Momentum di Tengah Tantangan Industri
Kinerja semester I-2026 memberikan modal positif bagi ITMG untuk mengejar target tahunan. Produksi kuartal II yang meningkat 13% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi sinyal bahwa aktivitas operasional mulai membaik setelah produksi kuartal I berada pada level sekitar 4,7 juta ton.
Namun demikian, perusahaan tetap menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya produksi dan transportasi serta kondisi operasional yang dapat memengaruhi kelancaran pengangkutan batubara.
Dengan target produksi hingga 22,9 juta ton, target penjualan hingga 27,5 juta ton, serta pendapatan semester I yang telah mencapai sekitar US$1 miliar, ITMG masih memiliki peluang untuk mempertahankan posisi sebagai salah satu pemain penting industri batubara nasional.
Fokus utama pada paruh kedua 2026 adalah bagaimana perusahaan mampu mengoptimalkan produksi dari tambang-tambang utama, menjaga efisiensi biaya, sekaligus memanfaatkan kondisi harga batubara agar target produksi dan penjualan sepanjang tahun dapat tercapai.
Jika target tersebut berhasil direalisasikan, 2026 akan menjadi tahun penting bagi ITMG dalam mempertahankan kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnisnya di tengah kondisi industri batubara yang semakin dinamis.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











