ICN News – Perusahaan ini didirikan pada Oktober 1990 dengan modal awal Rp 500.000.000 modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 100.000.000. Pendiri dan pemegang sahamnya adalah Mr. Henry Angkasa, Mr. Ir. A. Tossin Suharya dan Mr. Achmad Sanusi.
Pada Maret 1995 modal awal perusahaan ditingkatkan menjadi Rp 3.500.000.000 modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp 700.000.000. Pada April 2008 dihadapan notaris Mr. Muslim,SH Akte nya terjadi perubahan lagi pada pemegang sahamnya yang di kontrol oleh Mr. Henry Angkasa, Mr. Ir. Tossin Suharya dan putranya Mr. Stephen Ignatius Suharya.
Setelah melewati berbagai proses yang panjang, akhirnya pada Nopember 2012 lalu BSSR suskses melakukan penawaran saham perdana (IPO) dengan melepas 10% saham atau sebanyak 261,55 juta lembar saham yang dimiliki dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 509,92 milyar.
Selama masa penawaran, IPO BSSR mengalami kelebihan permintaan (oversubscriber) lebih dari satu kali. CIMB Securities bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter). Menurut informasi yang diterima ICN NEWS ada tiga perusahaan asing yang memborong saham BSSR yaitu Khopoli Investment Limited yang merupakan anak usaha TATA Power, Idemitsu Kosan Co Ltd dan Trafigura.
Untuk lebih jelasnya dapat melihat profil dibawah ini :
Alamat kantor pusat Grha Baramulti 3rd floor, Jln Suryopranoto No.2, Harmoni Plaza Complex Block A-8, Central Jakarta, Telepon : (62-21) 6385 3228 / 6385 1134, Fax : (62-21) 6386 4106.
Baramulti Group bergerak dibidang Perdagangan dan distribusi batu bara, Pertambangan batu bara, Perusahaan induk investasi.
Pemegang saham terdiri PT Wahana Sentosa Cemerlang, Tata Power International Pte. Ltd., GS Energy Corporation, PT GS Global Resources Dan Publik.
Total Aset Baramulti Group lima tahun terakhir USD 691.37 Juta pada 2021, USD 1,029.01 Juta pada 2022, USD 1,134.34 Juta pada 2023, USD 947.77 Juta pada 2024, USD 703.77 Juta.
BSSR adalah perusahaan batubara terkemuka di Indonesia yang memiliki area tambang seluas 2.459,8 hektar yang berlokasi di Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sedangkan anak usahanya PT Antang Gunung Meratus (AGM) mengelola tambang batubara seluas 22.433 hektar di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Selengkapnya…
Artikel ini bisa dibaca di Majalah ICN News Edisi April-Mei 2026
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











