ICN News – Indonesia merupakan negara dengan potensi cadangan nikel yang sangat besar di dunia. Total cadangan sumber daya nikel di Indonesia mencapai 17,7 miliar ton untuk bijih nikel, dan sebesar 177,8 juta ton untuk logam nikel. Data ini menunjukan potensi nikel Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Menurut data Geologi Amerika, cadangan nikel Indonesia mencakup 40% – 45% cadangan nikel di seluruh dunia.
Menurut data Kementerian ESDM, perkembangan produksi biji nikel Indonesia mencatat pertumbuhan cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021 produksi biji nikel Indonesia tercatat sebesar 30,1 juta ton, lalu meningkat tajam 99,13% menjadi 59,94 juta ton pada tahun 2022. Pada tahun 2023 produksi biji nikel Indonesia kembali meningkat 24,12% menjadi 74,4 juta ton.
Selanjutnya produksi biji nikel Indonesia terus meningkat 25,81% pada tahun 2024 hingga mencapai 93,09 juta ton. Namun pada tahun 2025 produksi biji nikel Indonesia diperkirakan tidak akan meningkat jauh dari 2024, yaitu hanya sekitar 95,5 juta ton atau meningkat 2,58% dari tahun 2024. Hal ini disebabkan adanya rencana Pemerintah untuk memangkas kuota produksi nikel pada tahun 2025, dengan tujuan memperkuat industri hilirisasi nikel nasional dan mendorong praktek penambangan yang berkelanjutan.
Potensi nikel Indonesia tidak hanya terbatas pada cadangan yang sudah ada, tetapi juga meluas ke wilayah-wilayah greenfield yang menjanjikan. Lokasi-lokasi potensial untuk eksplorasi nikel mencakup Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Wilayah-wilayah ini diperkirakan memiliki cadangan nikel yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Potensi ini membuka peluang besar untuk mengembangkan sumber daya nikel lebih lanjut di Indonesia.
Perkembangan Produksi Biji Nikel Indonesia
Tahun 2021 – 2025
| Tahun | Produksi (Ton) | Pertumbuhan (%) |
| 2021 | 30.100.000 | – |
| 2022 | 59.940.000 | 99,13 % |
| 2023 | 74.400.000 | 24,12 % |
| 2024 | 93.090.000 | 25,81 % |
| 2025*) | 95.500.000 | 2,58 % |
Sumber : Kementerian ESDM
2025*) = Perkiraan Produksi Tahun 2025
Berikut ini daftar sejumlah produsen nikel terbesar di Indonesia saat ini dan kapasitas produksinya masing-masing pada tahun 2025.
Daftar Produsen Nikel Terbesar di Indonesia
dan Kapasitas Produksinya, 2025
| Nama Produsen | Lokasi Tambang | Kapasitas Produksi |
| PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk | – Sulawesi Tenggara (Kolaka, Konawe Utara)
– Maluku Utara |
21,0 juta ton/ tahun
(biji nikel) |
| PT PAM Mineral Tbk | – Sulawesi Tenggara
– Sulawesi Tengah (Morowali) |
2,60 juta ton/tahun
(biji nikel) |
| PT Ifishdeco Tbk | – Sulawesi Tengah (Morowali) | 2,24 juta ton/tahun
(biji nikel) |
| PT Central Omega Resources Tbk | – Sulawesi Tengah (Morowali)
– Sulawesi Tenggara (Konawe Utara) |
2,07 juta ton/tahun
(biji nikel) |
| PT Harum Energy Tbk | – Maluku Utara | 1,80 juta ton/tahun
(biji nikel) |
| PT Bintang Delapan Mineral | – Sulawesi Tengah (Morowali) | 1,60 juta ton/tahun
(biji nikel) |
| PT Trimegah Bangun Persada Tbk | – Maluku Utara | 185.000 ton/tahun
(feronikel) |
| PT Vale Indonesia Tbk | – Sulawei Tenggara (Kolaka Utara & Kolaka Timur)
– Sulawesi Tengah (Morowali) |
70.000 ton/tahun
(nikel matte) |
Sumber : Dikumpulkan ICN News dari Kementerian ESDM & Sumber lainnya
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











