Gambaran Umum Industri Nikel Indonesia

Industri Nikel Indonesia

ICN News – Indonesia memiliki salah satu cadangan nikel terbesar di dunia. Menurut Survei Geologi AS, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, yaitu sebesar 21 juta metrik ton. Berdasarkan laporan evaluasi kinerja Badan Geologi Kementerian ESDM tahun 2022, tercatat jumlah cadangan dan sumber daya bijih nikel di Indonesia diperkirakan sebesar 5,03 miliar ton cadangan (Terbukti & Terkira) dan 17,33 miliar ton sumber daya (Diukur, Diindikasikan & Disimpulkan).

Nikel adalah mineral utama dalam baterai kendaraan listrik (EV), yang merupakan bagian dari transisi energi ramah lingkungan global. Sebagai negara dengan cadangan nikel yang besar, Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk mengambil manfaat dari meningkatnya permintaan nikel.

Meskipun harga nikel mengalami penurunan di 2023 karena kelebihan pasokan, permintaan jangka panjang akan nikel diperkirakan akan meningkat, sebagai mineral penting dalam transisi menuju energi ramah lingkungan. Selain itu, penutupan berbagai tambang nikel di seluruh dunia menunjukkan bahwa harga akan menguat seiring menurunnya pasokan.

Berdasarkan Badan Energi Internasional (IEA), peralihan ke energi berkelanjutan akan meningkatkan permintaan nikel di pasar global, khususnya untuk kendaraan ramah lingkungan yang menggunakan baterai listrik. Pada tahun 2040, penjualan EV secara global akan mencapai 94 juta kendaraan yang meningkat 327% dari penjualan tahun 2023 sebesar 22 juta kendaraan. Menurut Wood Mackenzie, baterai bisa menyumbang 28% dari permintaan nikel global pada tahun 2030 dan 37% pada tahun 2040.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mendorong pengembangan rantai nilai EV di dalam negeri, dimulai dengan larangan ekspor bijih nikel yang kemudian mendorong investasi di sektor nikel Indonesia, khususnya di bisnis hilir, yang dinilai memiliki potensi yang sangat besar. Sejak 2020, ekspor bijih nikel dilarang seiring dengan upaya negara untuk mendorong hilirisasi industri nikel. Selain melayani permintaan global terhadap baterai kendaraan listrik, Indonesia juga memiliki ambisi untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik dengan target 300 ribu mobil listrik dan 2,5 juta sepeda motor listrik pada tahun 2030. Pemerintah juga telah membentuk entitas IBH (Indonesia Battery Holding) pada tahun 2021 untuk mengelola ekosistem industri baterai.

Selain itu, nikel merupakan komponen penting dalam proses produksi stainless steel. Pertumbuhan produksi nikel Indonesia di sektor stainless steel diproyeksikan akan mengalami peningkatan pada CAGR 3,7% hingga mencapai 8,2 juta ton pada tahun 2040. Wood Mackenzie memperkirakan permintaan nikel dari industri stainless steel akan meningkat sebesar 779 kt pada tahun 2023 sampai dengan tahun 2024, yang mewakili CAGR sebesar 1,9%.

Di sisi pasokan, penerapan larangan ekspor bijih nikel dari Indonesia mulai tahun 2014 telah membatasi pasokan di pasar, terutama di Tiongkok, untuk bijih nikel yang tidak memiliki produk pengganti alami yang tersedia di pasar.

 

Artikel ini bisa dibaca di Majalah ICN News Edisi Juni 2025
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Search

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com