Bentuk Anak Usaha Baru, Masuk Bisnis Rental hingga Perdagangan Mobil Bekas
ICN News, Jakarta — PT Indika Energy Tbk (INDY) kembali memperluas portofolio bisnisnya. Kali ini, perusahaan yang selama ini dikenal kuat di sektor energi dan pertambangan tersebut semakin serius mengembangkan bisnis mobilitas melalui pendirian anak usaha baru, PT Kalista Mobilitas Indonesia (KMI).
KMI resmi didirikan pada 8 September 2026 oleh dua anak usaha tidak langsung Indika Energy, yakni PT Kalista Rotom Orbita (KRO) dan PT Kalista Nusa Armada (KNA). Perusahaan baru ini berkedudukan di Jakarta dan memiliki modal ditempatkan serta disetor sebesar Rp60 miliar.
Dalam struktur kepemilikannya, KRO menguasai 99% saham KMI atau senilai Rp59,4 miliar, sementara KNA memiliki 1% atau senilai Rp600 juta. Laporan keuangan KMI selanjutnya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Indika Energy.
Dari Rental hingga Mobil Bekas
Yang membuat langkah terbaru Indika Energy menarik adalah cakupan usaha KMI yang cukup luas.
KMI akan menjalankan kegiatan usaha antara lain penyewaan dan sewa guna usaha kendaraan bermotor, angkutan sewa, reparasi mobil, perdagangan eceran mobil bekas, periklanan, serta perdagangan unit karbon.
Dengan demikian, Indika Energy tidak hanya membangun bisnis dari sisi kendaraan listrik, tetapi juga mengembangkan ekosistem mobilitas yang mencakup penggunaan kendaraan, layanan purna jual, hingga perdagangan kendaraan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa bisnis mobilitas mulai mendapatkan posisi yang semakin penting dalam strategi diversifikasi Indika Energy.
Bukan Langkah yang Tiba-Tiba
Masuknya Indika Energy ke bisnis rental dan kendaraan bukanlah langkah yang muncul secara tiba-tiba.
Grup Indika telah membangun bisnis mobilitas melalui Kalista. PT Kalista Nusa Armada sebelumnya dikembangkan untuk bisnis kendaraan listrik, termasuk layanan penyewaan kendaraan listrik roda dua, roda empat dan kendaraan niaga.
Indika juga telah membentuk entitas yang bergerak dalam bisnis rental mobil dan motor listrik untuk pasar business-to-business (B2B).
Dalam perkembangan berikutnya, ekosistem tersebut terus diperluas. Presentasi perusahaan menunjukkan bahwa Indika menempatkan bisnis mobilitas, kendaraan listrik, charging dan baterai sebagai bagian dari pengembangan green business perusahaan.
Karena itu, pendirian KMI dapat dilihat sebagai langkah untuk memperkuat dan memperluas ekosistem mobilitas yang telah dibangun Indika Energy sebelumnya.
Strategi Diversifikasi di Luar Batubara
Bagi Indika Energy, perkembangan bisnis mobilitas juga memiliki arti strategis yang lebih besar.
Perusahaan tengah melakukan diversifikasi bisnis dan mengembangkan portofolio di luar bisnis energi konvensional. Kendaraan listrik, baterai, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan mobilitas menjadi bagian dari arah transformasi tersebut.
Dengan masuk lebih jauh ke bisnis rental dan perdagangan mobil bekas, Indika berpotensi membangun rantai bisnis yang lebih lengkap.
Kendaraan tidak hanya diproduksi atau dipasarkan, tetapi juga dapat masuk ke dalam ekosistem rental, fleet management, maintenance, resale dan layanan mobilitas lainnya.
Model seperti ini membuka peluang bagi Indika untuk mendapatkan sumber pendapatan dari berbagai tahapan siklus hidup kendaraan.
Membidik Pasar Mobilitas yang Lebih Luas
Keputusan memasukkan perdagangan mobil bekas ke dalam kegiatan usaha KMI juga menarik untuk dicermati.
Pasar kendaraan bekas memiliki karakteristik berbeda dengan pasar kendaraan baru. Bisnis tersebut memungkinkan perusahaan menjangkau konsumen dan kebutuhan yang lebih luas, sementara bisnis rental dapat memberikan basis penggunaan kendaraan secara berulang.
Apabila dikembangkan secara terintegrasi, kedua bisnis tersebut berpotensi saling mendukung.
Kendaraan yang digunakan dalam bisnis rental, misalnya, pada akhirnya memiliki nilai residual yang dapat dikelola melalui pasar kendaraan bekas.
Di sinilah ekosistem mobilitas menjadi penting. Indika tidak sekadar masuk ke bisnis “sewa mobil”, tetapi mulai membangun platform bisnis yang menghubungkan kendaraan, rental, perawatan, perdagangan kendaraan dan mobilitas berkelanjutan.
Memperkuat Portofolio Non-Batu Bara
Pendirian KMI juga memperlihatkan arah transformasi Indika Energy yang semakin jelas.
Perusahaan kini memiliki portofolio yang semakin beragam, mulai dari pertambangan, energi, mineral, hingga bisnis hijau dan mobilitas.
Dengan demikian, ekspansi ke sektor kendaraan dapat menjadi salah satu bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbesar kontribusi bisnis non-batu bara.
Indika Energy sendiri dalam berbagai presentasi perusahaan menempatkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda menuju Net Zero 2050.
Bagi industri, langkah ini menarik untuk diperhatikan karena menunjukkan bahwa perusahaan energi dan pertambangan besar di Indonesia mulai melihat mobilitas bukan hanya sebagai sektor transportasi, tetapi sebagai bisnis strategis baru yang memiliki keterkaitan dengan energi, teknologi, kendaraan listrik dan ekonomi sirkular.
Pendirian PT Kalista Mobilitas Indonesia dengan modal Rp60 miliar menjadi sinyal bahwa Indika Energy ingin mengambil posisi lebih kuat di sektor tersebut.
Indika Energy kini tidak hanya berbicara tentang energi dan pertambangan. Melalui Kalista, perusahaan mulai memperluas langkah menuju bisnis mobilitas yang mencakup kendaraan listrik, rental hingga perdagangan kendaraan bekas.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











