ICN News – PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UT”) menyampaikan Paparan Publik dalam rangkaian acara Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menyampaikan inisiatif pengembangan bisnis, kinerja keuangan pada semester pertama tahun 2026, kinerja operasional hingga bulan Juli 2026, serta program-program tanggung jawab sosial Perseroan. Paparan Publik Perseroan dihadiri oleh Presiden Direktur Perseroan yaitu Iwan Hadiantoro, beserta Jajaran Direksi Perseroan di antaranya Idot Supriadi, Widjaja Kartika, Vilihati Surya, Ari Sutrisno, Hendra Hutahean, Andreas, serta Sekretaris Perseroan, Ari Setiyawan.
Perseroan memaparkan perkembangan terkini atas bisnis inti yang dijalankan, meliputi Solusi Pertambangan dan Alat Berat. Bisnis Solusi Pertambangan mencakup segmen Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi, Emas dan Mineral Lainnya. Bisnis Alat Berat mencakup distribusi alat berat sebagai distributor tunggal Komatsu, Scania, UD Trucks, BOMAG, dan Tadano, serta didukung layanan purna jual berupa penyediaan suku cadang, jasa pemeliharaan, dan attachment. Perseroan juga menjalankan bisnis maritim sebagai bagian dari pengembangan layanan pendukung.
Kinerja Keuangan Perseroan
PT United Tractors Tbk (“Perseroan” atau “UT”) kembali menyampaikan kinerja keuangan konsolidasian sampai semester pertama tahun 2026.
Ringkasan kinerja konsolidasi Perseroan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, turun sebesar 15% dari Rp68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025, terutama dikarenakan penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs USD.
Laba bersih Perseroan tidak termasuk non-recurring items turun 48% menjadi Rp4,3 triliun, terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah. Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal kedua.
Selama semester pertama tahun 2026, Perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp3,3 triliun, terutama terdiri dari (i) penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy dan (ii) pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.
Per 30 Juni 2026, Perseroan mencatat utang bersih sebesar Rp9,4 triliun, dengan rasio gearing sebesar 8,5%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025. Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham.
Alat Berat
Sampai dengan bulan Juli 2026, bisnis Alat Berat mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 23% menjadi 2.393 unit terutama disebabkan oleh penurunan penjualan big machine di sektor pertambangan sebesar 49% menjadi 405 unit, dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.
Sampai dengan semester pertama 2026, pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat sedikit meningkat sebesar 1% menjadi Rp5,5 triliun. Total pendapatan bersih dari segmen Alat Berat turun 28% menjadi Rp15,0 triliun.
Untuk memperkuat layanan purna jual dan rantai pasok komoditas, Perseroan juga memiliki bisnis pendukung melalui anak usahanya yang menyediakan layanan engineering, manufaktur komponen dan attachment alat berat, serta menawarkan layanan logistik maritim, pembuatan dan pemeliharaan kapal.
Solusi Pertambangan
Segmen Usaha Kontraktor Penambangan
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining). PAMA dan KPP Mining menyediakan jasa pertambangan untuk pemilik konsesi tambang, dengan membantu mereka dalam pekerjaan pemindahan tanah dan produksi batu bara serta mineral lainnya.
Sampai dengan bulan Juli 2026, PAMA dan KPP Mining mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 573 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 3% menjadi 80 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,1x, mengikuti penyesuaian target produksi klien sesuai dengan RKAB yang telah disetujui.
Sejalan dengan peluang bisnis yang berkembang di sektor mineral selain batu bara, PAMA dan KPP Mining memperkuat ekspansinya ke sektor emas dan nikel. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen dalam membangun portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memperkokoh fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Sampai dengan semester pertama 2026, total pendapatan bersih dari segmen Kontraktor Penambangan naik 4% menjadi Rp27,2 triliun yang terutama disebabkan karena penguatan kurs USD.
Segmen Usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi
Segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (“Turangga Resources”). Sampai dengan bulan Juli 2026, tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 6,5 juta ton (termasuk 1,8 juta ton batu bara metalurgi), turun 18% dari periode yang sama di tahun 2025.
Sampai dengan semester pertama tahun 2026, pendapatan segmen usaha Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi turun sebesar 4% menjadi Rp12,9 triliun, sejalan dengan penurunan volume penjualan batu bara.
Segmen Usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya
Sampai dengan semester pertama 2026, segmen usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 66% menjadi Rp2,4 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan emas sebesar 82%.
Pertambangan Emas
Usaha pertambangan emas Perseroan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya, yang mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 32 ribu ons sampai dengan bulan Juli 2026 dibandingkan tahun lalu di periode yang sama sebesar 143 ribu ons.
Bisnis Nikel
PT Stargate Pasific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 973 ribu wet metric ton (wmt) sampai dengan bulan Juli 2026, yang terdiri dari 316 ribu wmt saprolit dan 657 ribu wmt limonit.
Nickel Industries Limited (“NIC”) dengan kepemilikan sebesar 20,13% merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia. UT mengakui kontribusi dari NIC untuk periode enam bulan ke belakang berdasarkan hasil dari NIC pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026. Operasional RKEF NIC melaporkan penjualan nickel metal sebesar 61.622 ton pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026.
Peristiwa Penting
- Pada tanggal 11 Februari 2026, UT, melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara dan PT Energia Prima Nusantara, telah menyelesaikan transaksi akuisisi 100% saham PT Arafura Surya Alam, sebuah perusahaan pertambangan emas yang berlokasi di Sulawesi Utara.
- Pada tanggal 30 Juni 2026, UT telah menyelesaikan program pembelian kembali saham yang dimulai pada tanggal 1 April 2026 dan berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 sebanyak 35,5 juta lembar saham. Saat ini, UT melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal sebesar Rp2 triliun dari tanggal 1 Juli sampai 30 September 2026.
Secara akumulatif, sejak Juli 2022 sampai dengan 30 Juni 2026, UT telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 239 juta saham dengan total nilai sekitar Rp7,1 triliun. Program tersebut dijalankan dengan mengikuti peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam situasi pasar berfluktuasi.
Program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek Perseroan dan kemampuannya untuk menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, juga bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











