ICN News – Menapaki Panjang Perjalanan dan Menjaga Kepercayaan di Industri Pertambangan, Dibalik gemuruh aktivitas pertambangan, ada sosok yang telah meghabiskan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk membangun dan mengembangkan industri pertambangan di Indonesia.
Sosok tersebut adalah Ido Hotna Hutabarat, Chief Executive Officer (CEO) PT. Arutmin Indonesia. Perjalanan panjangnya di industri pertambangan telah membawanya melewati berbagai posisi dan tantangan, hingga di percaya memimpin salah satu perusahaan tambang batubara besar di di Indonesia.
Ido menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan metalurgi pada tahun 1990, kemudian melanjutkan pendidikan Master of Science Management di Arthur D. Little School of Management, Amerika Serikat dan meyelesaikannya pada tahun 1997.
Perjalanan profesionalnya cukup panjang. Sebelum bergabung dengan PT. Arutmin Indonesia yang merupakan anak usaha BUMI Resources, ia pernah menjalani karir di PT. Timah dan PT. Cemex Indonesia. Di Arutmin, Ido dipercaya menempati sejumlah posisi, termasuk Marketing Manager dan kemudian General Manager Mineral Resources, Contracts and Projects (MRCP). Sejak tahun 2014, Ido dipercaya sebagai CEO PT. Arutmin Indonesia.
Ditangan Ido Hutabarat bisnis Arutmin Indonesia maju pesat dengan kinerja yang sangat baik dalam lima tahun terakhir (2022-2026). Saat ini Ido Hutabarat sedang sibuk melakukan hilirisasi batubara menjadi methanol.
Pada Mei 2026 Ido mengungkapkan proyek hilirisasi batubara Arutmin-KPC menjadi metanol mulai dibangun akhir tahun 2026. Proyek patungan anak usaha BUMI Resources, yaitu PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT. Arutmin Indonesia (Arutmin) ditargetkan memproduksi 2 juta ton metanol per tahun, dengan kebutuhan sekitar 7 juta ton batubara kalori rendah. Total investasi proyek yang berlokasi kawasan BCIP Industrial Park, Kutai Timur, Kalimantan Timur ini menelan investasi sekitar US$ 2,5 miliar, Produksi ditargetkan mulai 2029.
Untuk menjangkau pasar global, kualitas metanol yang dihasilkan akan mengacu pada standar European Methanol Producers Association (IMPCA), bukan standar GB China. Penggunaan standar internasional agar produk bisa diterima pasar global.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











