ICN News – PT Garda Tujuh Buana Tbk didirikan pada Juni 1996 dengan modal awal sebesar Rp 100.000.000 dan modal ditempatkan sebesar Rp 25.000.000. Pendiri dan pemegang sahamnya adalah Mr. Rianto AKA Anton Rianto, M. Slamet Harsono dan Mr. Ir. Hari Purnomo (Purnama). Pada akhir tahun 2003, modal awal perusahaan ini ditingkatkan menjadi sebesar Rp 1.000.000.000 modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 491.700.000. Bersamaan dengan itu, Mr. Slamet Harsono, mengundurkan diri sebagai pemilik saham perusahaan ini dan digantikan oleh PT Bina Alam Indah Kreasindo, Mr. Paulce Daud Wenas, Mr. Ir. Mangihut Oloan Sihombing dan Mrs. Nirmala Dewi Syakerani.
Pada tanggal 11 Mei 2009, Berdasarkan Akta No. 11, oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan statusnya menjadi Perusahaan Terbuka (Tbk), perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor AHU-25653.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 11 Juni 2009.
Untuk mencari alternatif pembiayaan usaha dan untuk melakukan ekspansi yang membutuhkan investasi yang besar, akhirnya GTBO memutuskan untuk melantai di bursa. Pada Juli 2009 lalu GTBO sukses mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan meraup dana sebesar Rp 210,0 miliar. Dana tersebut 54,58% digunakan untuk investasi seperti pembelian mesin, pembangunan fasilitas dan infrastruktur serta akuisisi lahan tambang, sisanya sebesar 45,52% dialokasikan untuk modal kerja perusahaan.
Informasi terakhir yang diterima Indonesian Coal and Nickel News (ICN News), modal awal perusahaan ini kembali meningkat menjadi Rp 1.000.000.000.000 modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 250.000.000.000.
Address
Head Office
Gedung Menara Hijau 5th Floor Suite 501A
Jl. MT Haryono Kav. 33
Jakarta 12770, DKI Jakarta
Phone : (62-21) 794 3947
Fax : (62-21) 794 2650
Email : corsec@gtb.co.id
Website : www.gtb.co.id
Subsidiary
E-Lob Office No.E88F-14
Hamriyah Free Zone-Sharjah
United Arab Emirates
Site Area
Seitapa
Pulau Bunyu, Kec. Bunyu
Kab. Bulungan, North Kalimantan
Tarakan Office
Jl. Wijaya Kusuma II, No. 68 RT. 47
Perumnas Kel. Karang Anyar Barat – Tarakan Barat
East Kalimantan, Indonesia 77111
Phone (62-551) 380 3976
Concession Area :
Initial Area – 1,995 ha
Retained Area – 710 ha
Coal Reserves – 80,204,341 MT
Indication – 46,376,004 MT
Lines of Business
Coal Mining & Mining Services
Bankers
– PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
– PT Bank Negara Indonesia, Tbk
– PT Bank Mandiri, Tbk
GTBO menangani operasi pengolahan penambangan batubara dan logistik secara terpadu. GTBO melakukan penambangan batubara termal dan dianggap sebagai salah satu produsen batubara yang menambang dan menjual batubara yang bernilai kalori rendah. GTBO telah memastikan dan mengidentifikasi cadangan batubara yang signifikan dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Lokasi tambang dapat dicapai kira-kira dalam waktu 1 jam perjalanan dengan speed boat dari pelabuhan Tarakan, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam perkembangannya, luas Kuasa Pertambangan GTBO berubah menjadi 710 Ha berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bulungan No. 147/K-III/540/2007 tertanggal 26 Maret 2007 tentang pemberian Kuasa Pertambangan Eksploitasi. Disana dinyatakan bahwa luas daerah yang dimiliki GTBO yang awalnya 1.995,003 Ha menjadi 710 Ha, menurun seluas 1.283,003 Ha untuk dikembalikan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Lokasi daerah penambangan batubara adalah di sebelah utara bagian tengah pulau Bunyu yang tidak berpenduduk.
GTBO melanjutkan ke tahap produksi setelah menyelesaikan berbagai tahap pembangunan fasilitas dan prasarana produksi. Saat ini, GTBO memproduksi batubara termal yang mengandung abu rendah dan belerang rendah dengan koefisien kalori antara 4.800 kcal/kg sampai 5.100 kcal/kg. Batubara yang di produksi GTBO digunakan sebagai pembangkit listrik di pembangkit listrik batubara baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. GTBO juga mempunyai kemampuan untuk mencampur batubaranya untuk meningkatkan karakteristik mutu dan guna memenuhi permintaan khusus dari pelanggan.
Hingga tahun 2023, GTBO memiliki cadangan sumber daya batubara sebanyak 95.406.375 metrik ton dan cadangan batubara sebanyak 46.376.004 metrik ton.
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting











