Industri Nikel Di Indonesia

nikel, nickel
EV Nickel is a Canadian nickel exploration company. Credit: RHJPhtotos via Shutterstock.com.

ICN News – Kebutuhan manusia akan tambang meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia didunia. Bahan-bahan tambang bisa diolah lebih lanjut menjadi berbagai barang kebutuhan manusia seperti mobil, handphone, televisi, jam tangan, perhiasan, dan berbagai macam produk lain yang dibutuhkan dan memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Salah satu bahan tambang yang memiliki manfaat yang banyak terhadap manusia adalah nikel.

Nikel adalah salah satu jenis bahan mineral yang bisa ditambang di Indonesia, khususnya di daerah Soroako, Sulawesi Selatan dan Pomala, Sulawesi Tenggara. Hasil pertambangan bijih nikel banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, diantaranya untuk pembuatan stainles steel, campuran besi baja (foundry), pembuatan rangka otomotif, elektroplating, pembuatan baterai isi ulang dan lain sebagainya.

Selama ini nikel di pasarkan untuk industri pemakai di dalam negeri dan di ekspor. Ekspor nikel sebagaian besar masih dalam bentuk mentah (bijih nikel). Indonesia merupakan eksportir nikel terbesar kedua untuk industri baja negara-negara Uni Eropa. Nilai ekspor bijih nikel Indonesia mengalami peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, ekspor bijih nikel Indonesia naik signifikan pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2017 dan 2018.

READ  Cadangan Nikel Dan Persebarannya Di Indonesia

Karena dinilai merugikan mengekspor nikel dalam bentuk mentah (nickel ore) Pemerintah, pada akhir tahun 2019 melarang ekspor bahan tambang ini dalam bentuk mentah. Pelarangan ini mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 11 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Seperti diketahui, nikel memiliki peran sangat penting untuk proses pembuatan baja karena mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur, ornamen-ornamen rumah dan gedung, elektronik, serta komponen industri.


Artikel ini bisa dibaca di Majalah ICN News Edisi Februari 2024
Iklan dan berlangganan bisa hubungi: WA atau Email

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

share this article:

Facebook
X
WhatsApp

Baca Juga

Advertisement

Media Partner
mining and mineral recovery exhibition
cdmi

Laporan Keuangan

Scroll to Top

“Easy to Read, Crucial to be Khowlegeable”

Search

Menu Pilihan

Kontak Kami

+62 878 7826 0925 (WA)
marketing@cdmione.com